Apakah Menggigil Masuk Gejala Covid-19? Cek Jawaban Ahli

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 23 November 2020 | 07:30 WIB
Apakah Menggigil Masuk Gejala Covid-19? Cek Jawaban Ahli
Ilustrasi menggigil. (Shutterstock)

Suara.com - Menggigil umum dialami seseorang saat kedinginan maupun saat sakit. Karena itu, mungkin banyak yang bertanya-tanya apakah menggigil menjadi salah satu gejala Covid-19?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menggigil bukanlah indikator langsung terkena virus corona Covid-19.

"Menggigil tidak spesifik untuk Covid-19. Mereka (menggigil) secara klasik terlihat pada banyak jenis infeksi, terutama influenza , pneumonia bakterial, dan infeksi virus lainnya," ujar pakar penyakit menular John A. Sellick, DO, profesor kedokteran di Universitas Negeri New York di Buffalo kepada Health.

Menggigil sendiri sering kali sebagai akibat dari demam atau permulaan demam. Ketika Anda mengalami demam (biasanya disebabkan oleh infeksi seperti flu atau Covid-19), ini merangsang tubuh untuk melepaskan bahan kimia inflamasi dan zat lain untuk mencoba membebaskan diri dari penyakit. Hal ini dapat menaikkan suhu tubuh Anda.

"Suhu yang meningkat dapat membantu virus dan bakteri dibersihkan oleh sistem kekebalan Anda lebih cepat," jelasnya Thomas Giordano, MD, MPH, profesor dan kepala seksi penyakit menular di Baylor College of Medicine.

"Sebagai tanggapan, Anda merasa kedinginan lalu menggigil, otot-otot Anda bergetar untuk menghasilkan panas untuk menghangatkan tubuh Anda, dan Anda meraih selimut. Rasa dingin menjadi lebih baik ketika Anda mencapai suhu baru yang lebih tinggi, dan sekarang Anda demam," tambahnya.

Namun karena menggigil biasanya dikaitkan dengan demam, yang merupakan salah satu gejala Covid-19 yang paling umum, itu berarti menggigil juga cukup umum dengan infeksi virus corona lain.

Meurut Thomas, sulit untuk mengatakan dengan pasti tanpa diuji Covid-19. "Demam dan menggigil adalah tanda dari banyak infeksi dan juga hal-hal lain. Beberapa reaksi alergi dapat menyebabkan demam, misalnya," kata Dr. Giordano.

Juga, kecil kemungkinan Anda akan hanya menggigil dan tidak memiliki gejala lain. "Menggigil biasanya tidak terjadi dengan sendirinya tetapi merupakan bagian dari demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, dan gejala sistemik lainnya," kata Dr. Sellick.

Jadi, jika Anda kedinginan, demam, batuk, dan nyeri otot, Covid-19 pasti akan menjadi pertimbangan, seperti halnya influenza.

Kata Dr. Sellick, pada dasarnya seseorang harus menghubungi dokter tentang langkah selanjutnya. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda mengidap Covid-19 adalah dengan mendapatkan tes Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Diizinkan Buka Lagi, Wagub DKI Serahkan ke Orang Tua Murid

Sekolah Diizinkan Buka Lagi, Wagub DKI Serahkan ke Orang Tua Murid

News | Minggu, 22 November 2020 | 17:52 WIB

Nyaris 500 Ribu Kasus, Pasien Corona di Indonesia Kini Capai 497.668 Orang

Nyaris 500 Ribu Kasus, Pasien Corona di Indonesia Kini Capai 497.668 Orang

News | Minggu, 22 November 2020 | 16:34 WIB

Terjangkit Covid-19, Malaria, DB hingga Dipatuk Ular, Relawan Ini Selamat

Terjangkit Covid-19, Malaria, DB hingga Dipatuk Ular, Relawan Ini Selamat

News | Minggu, 22 November 2020 | 17:48 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB