Ingin Melahirkan dengan Metode Gentle Birth? Ini Saran dari Bidan Robin Lim

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 24 November 2020 | 07:05 WIB
Ingin Melahirkan dengan Metode Gentle Birth? Ini Saran dari Bidan Robin Lim
Ilustrasi ibu hamil (Unsplash)

Suara.com - Rasa sakit saat melahirkan sulit dilupakan oleh sebagian perempuan yang pernah merasakannya. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, metode gentle birth menawarkan persalinan yang diklaim bisa meminimalisir rasa sakit.

Bukan dengan kecanggihan teknologi, metode gentle birth justru mengutamakan kenyamanan si ibu dan memanfaatkan unsur alami dalam tubuh manusia. Bidan Robin Lim dari Klinik Bumi Sehat Bali, mengatakan bahwa tubuh sebenarnya mengingat rasa sakit pada perut saat akan melahirkan.

"Semua ibu merasa takut untuk melahirkan, saya juga. Tapi saat mulai mulas tidak seperti itu. Mulas itu seperti 'oh badan saya ingat rasa itu. Seperti mau menstruasi'. Tapi itu prosesnya alami. Percaya Tuhan sudah kasih apa yang kita perlu di dalam sukma kita," kata Robin saat siaran langsung bersama Ayahbunda, Senin (23/11/2020).

Tak sulit untuk menyiapkan diri jika ingin melahirkan dengan metode gentle birth. Terpenting, menurut Robin Lim, ibu harus mendapat pendampingan dari pasangan.

Sebab, dukungan dari pasangan dan keluarga sangat penting untuk kestabilan emosional ibu jelang melahirkan. Selain itu, selama hamil, ibu sebaiknya perbanyak makanan sehat yang alami.

"Tidak harus yang mahal. Ketela manis itu seperti obat, bayam. Kalau Hb (haemoglobin) rendah makan buah naga setiap hari, pasti Hb naik. Kurma kalau makan 5-6 buah setiap hari pasti lebih sehat," papar Robin.

Untuk minuman, bidan Robin menyarankan agar ibu hamil perbanyak minum air mineral dan air kelapa muda. Juga melakukan olahraga. Menurut Robin, penting ibu hamil tetap menggerakan tubuh untuk mempermudah persalinan.

"Bisa dengan jalan, berenang, yoga atau senam hamil kalau bisa," ujarnya.

Penulis skenario Ilya Sigma salah satunya yang pernah melahirkan dengan metode gentle birth. Ilya bercerita bagaimana dirinya bisa melahirkan anak ketiga dengan proses normal di usia 38 tahun.

Menurutnya, persalinan gentle birth mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Salah satu faktor yang mengurangi rasa sakit itu, menurut Ilya lantaran dukungan dari keluarga.

baca juga

"(Rasa sakit) sangat berkurang. Karena support system sangat mempengaruhi emosional ibu. Karena ketika kita memiliki kepercayaan diri yang besar rasa sakit itu pasti berkurang. Lalu juga ditambah kita punya kesadaran bahwa melahirkan adalah proses yang alami dan sangat spiritual," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Lahir, Anak ke-4 Oki Setiana Dewi Punya Belasan Ribu Followers

Baru Lahir, Anak ke-4 Oki Setiana Dewi Punya Belasan Ribu Followers

Entertainment | Sabtu, 21 November 2020 | 09:05 WIB

Selamat, Kimberly Ryder Melahirkan Anak ke-2

Selamat, Kimberly Ryder Melahirkan Anak ke-2

Entertainment | Jum'at, 20 November 2020 | 19:34 WIB

Keajaiban! Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar saat Koma karena Derita Covid-19

Keajaiban! Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar saat Koma karena Derita Covid-19

Health | Jum'at, 20 November 2020 | 19:45 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB