Bahan Vaksin Covid-19 Oxford Diisukan Terbuat dari Janin, Fakta atau Hoax?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 25 November 2020 | 18:50 WIB
Bahan Vaksin Covid-19 Oxford Diisukan Terbuat dari Janin, Fakta atau Hoax?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Vaksin Oxford-Astrazeneca adalah salah satu vaksin Covid-19 paling menarik dan menjanjikan yang saat ini ada. Uji coba fase III vaksin itu juga akan segera berakhir.

Sesuai studi observasi awal, vaksin tersebut membawa kemanjuran vaksin 70 persen, yang diharapkan akan meningkat ketika ada lebih banyak data dari uji coba.

Meski ada banyak kabar positif yang dihasilkan oleh vaksin, ada juga banyak keraguan tentang vaksin yang semakin meningkat. Dari bahan kimia, dan bahan yang digunakan di dalamnya, banyak orang yang skeptis tentang penggunaan vaksin.

Banyak rumor dan teori juga beredar di internet. Sekarang, ada juga beberapa klaim yang beredar di internet, yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut menggunakan 'janin laki-laki yang diaborsi' dalam pembuatannya.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Menurut halaman media sosial, 'We are vaxxed', yang mendukung gerakan melawan vaksinasi, sebuah video menunjukkan bagaimana vaksin AZD-1222 mengandung kultur sel tertentu yang diekstraksi dari jaringan paru-paru yang diperoleh dari janin 14 minggu.

Bagian dari video itu berbunyi, "DIKONFIRMASI- janin laki-laki diaborsi dalam vaksin Covid 19,". Videonya sendiri telah dihapus dari internet sekarang.

Versi lain dari video tersebut juga menunjukkan 'penelitian' medis yang dilakukan oleh salah satu narator untuk mendukung klaim tersebut.

Video ini telah dilihat lebih dari satu juta kali dan telah dibagikan oleh lebih dari 1,00,000 orang di internet.

Tapi, apakah itu benar? Dilasir dari Times of India, meski vaksin menggunakan bahan-bahan khusus, yang terkadang sulit didapat, tidak ada vaksin yang menggunakan bagian tubuh manusia, apalagi janin bayi yang diaborsi.

baca juga

Bukan hanya itu, klaim narator tentang vaksin yang menggunakan jalur sel tertentu juga bohong besar. Menurut para ahli, vaksin dibuat menggunakan versi kloning dari sel manusia, yang merupakan proses umum yang tidak melukai atau membahayakan manusia.


Beberapa jalur sel yang digunakan dalam pembuatan vaksin Oxford juga telah digunakan untuk mengembangkan vaksin hepatitis, cacar air dan campak yang berhasil secara luas, yang telah digunakan selama bertahun-tahun dan tidak memberikan efek samping.

Juru bicara Oxford-Astrazeneca juga mengkonfirmasi kepada kantor berita internasional, Politifact bahwa vaksin eksperimental tidak menggunakan garis sel MRC-5, seperti yang disarankan oleh anti-vaxxers dalam video tersebut.

Faktanya, apa yang lebih menarik untuk diketahui adalah bahwa vaksin Oxford telah dikembangkan menggunakan strain virus penyebab flu biasa yang dimodifikasi dan sebagian besar tradisional dan 'aman' untuk digunakan.

Setelah inokulasi, itu akan 'melatih' sistem kekebalan kita untuk dengan mudah mengidentifikasi sel-sel yang mungkin telah terinfeksi oleh virus corona baru.

Oleh karena itu, kita harus menghentikan rumor atau mitos yang menyesatkan yang menghambat tujuan vaksinasi. Keraguan vaksin juga akan menambah ketakutan kita dan membuat pertempuran kita melawan Covid-19 menjadi lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Sebut Tak Ada Efek Samping Vaksin Corona dari Turki

Peneliti Sebut Tak Ada Efek Samping Vaksin Corona dari Turki

Riau | Rabu, 25 November 2020 | 10:42 WIB

Meski 95 Persen Efektif, Vaksin Covid-19 Moderna Tak Bisa Hentikan Corona

Meski 95 Persen Efektif, Vaksin Covid-19 Moderna Tak Bisa Hentikan Corona

Health | Rabu, 25 November 2020 | 06:05 WIB

Vaksin Covid-19 Rusia, Sputnik V Dipasarkan Rp 200 Ribuan

Vaksin Covid-19 Rusia, Sputnik V Dipasarkan Rp 200 Ribuan

News | Rabu, 25 November 2020 | 08:26 WIB

Terkini

Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan, Kuasa Hukum Soroti Penyitaan Aset Rp846 Miliar

Kasus Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan, Kuasa Hukum Soroti Penyitaan Aset Rp846 Miliar

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:20 WIB

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:17 WIB

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:16 WIB

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:15 WIB

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

×