Turunkan Hipertensi, Coba Konsumsi 3 Jenis Minuman Ini!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 30 November 2020 | 14:00 WIB
Turunkan Hipertensi, Coba Konsumsi 3 Jenis Minuman Ini!
Teh kembang sepatu (Pixabay/Free-Photos)

Suara.com - Hipertensi terjadi ketika kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah terlalu tinggi secara konsisten. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan beban kerja jantung dan pembuluh darah.

Dampaknya, kinerja jantung tidak akan efisien dan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. Karena itu, Anda harus menjaga takanan darah agar tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

Dilansir dari Express, ada beberapa minuman yang bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Bahkan Anda bisa menemukannya dengan mudah.

1. Teh kembang sepatu

Penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, telah menganalisis penggunaan kembang sepatu dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa pra-hipersensitif dan hipertensi.

Hasilnya menunjukkan kembang sepatu adalah bahan yang ditemukan dalam banyak campuran teh herbal dan minuman lain. Kembang sepatu memiliki sifat antioksidan dan ekstrak kelopaknya telah menunjukkan sifat hipokolesterolemia serta antihipertensi.

Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

"Uji klinis acak pada 65 orang dewasa pra dan hipertensi ringan, usia 30-70 tahun tanpa minum obat penurun tekanan darah (BP). Tapi minum 240 mL/d teh kembang sepatu dan minum plasebo selama 6 minggu," jelas studi dikutip dari Express.

Pada enam minggu, teh kembang sepatu bisa menurunkan tekanan darah sistolik (SBP) dibandingkan dengan plasebo. Studi ini punmenyimpulkan bahwa minum teh kembang sepatu setiap hari bisa menurunkan tekanan darah orang dewasa.

Minuman ini bermanfaat bagi orang yang prahipertensi dan hipertensi ringan. Selain itu, minuman ini juga membantu perubahan pola makan untuk orang pemilik tekanan darah tinggi lebih efektif.

2. Jus delima

Penelitian di National Library of Medicine juga telah menyelidiki manfaat minum jus delima terhadap tekanan darah tinggi. Jus delima kaya akan tanin, yang memiliki sifat antiaterosklerotik, efek anti-penuaan dan antioksidatif yang kuat.

"Karena, beberapa antioksidan telah terbukti menurunkan tekanan darah. Tujuan dari studi ini mencari tahu pengaruh minum jus delima terhadap tekanan darah dan kesehatan jantung," jelasnya.

Ternyata minum jus delima terbukti bisa menurunkan tekanan darah sistolik, menghambat aktivitas ACE serum dan menyehatkan jantung. Jus delima juga menghambat aktivitas enzim pengubah angiotensin serum dan mengurangi tekanan darah sistolik.

3. Kombucha

Kombucha adalah susu probiotik hasil fermentasi yang dikenal bisa menjaga keseimbangan bakteri baik dalam sistem pencernaan. Kombucha juga sama seperti yoghurt yang bisa meringankan masalah pencernaan, memulihkan bakteri baik dalam tubuh, meningkatkan kekebalan, dan suasana hati.

Karena, kombucha bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dipercaya bisa mencegah tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan mencegah kanker.

"Uji klinis manusia sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi probiotik bisa meningkatkan kontrol tekanan darah (BP). Tujuan dari tinjauan sistematis ini adalah mengklarifikasi efek probiotik pada BP menggunakan meta-analisis dari uji coba terkontrol secara acak," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Tekanan Darah Tinggi di Usia 40 Tahun Tingkatkan Risiko Demensia

Awas, Tekanan Darah Tinggi di Usia 40 Tahun Tingkatkan Risiko Demensia

Health | Sabtu, 28 November 2020 | 06:00 WIB

Bea Cukai Bongkar Pabrik Ribuan Miras Ilegal di Medan

Bea Cukai Bongkar Pabrik Ribuan Miras Ilegal di Medan

Sumut | Jum'at, 27 November 2020 | 17:46 WIB

Pria Paruh Baya Pesan Ribuan Botol Minuman Beralkohol, Buat Apa Kek?

Pria Paruh Baya Pesan Ribuan Botol Minuman Beralkohol, Buat Apa Kek?

Jabar | Jum'at, 27 November 2020 | 11:37 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB