Selebgram Cantik Bunuh Diri Karena Putus Cinta, Apa Kata Psikolog?

Selasa, 01 Desember 2020 | 07:22 WIB
Selebgram Cantik Bunuh Diri Karena Putus Cinta, Apa Kata Psikolog?
Selebgram Ayu Wulantari bunuh diri (instagram)

Suara.com - Selebgram Ayu Wulantari bunuh diri di Hotel Rose Inn Jimbaran, Bali pada Sabtu (28/11/2020) lalu. Kabar yang beredar, wanita kelahiran Singaraja, 18 Juli 1997 ini bunuh diri karena putus cinta. Aksi bunuh diri selebgram Ayu Wulantari juga sempat menggegerkan media sosial, selepas video tubuhnya yang terkulai dan bersimbah darah beredar.

Menanggapi hal itu, psikolog klinis Veronica Adesla mengatakan perilaku bunuh diri di usia remaja ini erat kaitannya dengan gangguan Major Depressive Disorder (MDD), berarti ada depresi di mana kondisinya sudah sangat parah.

“Umumnya orang ini akan mengalami moodnya tidak semangat, putus asa, merasa hidupnya tidak bermakna hingga berpikiran untuk apa hidup,” ujar Veronica kepada Suara.com saat dihubungi melalui seluler, Senin (30/11/2020).

Lebih lanjut, kata dia, jika ditanya penyebabnya, ada banyak hal seperti penolakan dari lingkungan, dikucilkan, dan termasuk karena putus cinta. Untuk penanganannya itu berada pada lingkungan pertemanan dan keluarga.

“Remaja ini berani berpikir bunuh diri karena belum bisa mengelola psikis dengan baik, maka mood orang ini terus berada paling buruk sehingga menjadi menutup diri, dan muncul rasa tidak berharga untuk hidup, hingga mengalami putus asa berat,” jelasnya.

Veronica menambahkan penanganannya orangtua harus memiliki kepekaan terhadap anaknya, misalnya kalau diajak ngobrol tidak mau dan sulit diajak bersosialisasi, maka peran orangtua perlu lebih aktif dengan cara mendekati dan memastikan anak ini menjalankan pola hidup dengan semestinya.

“Identifikasi lebih awal itu lebih baik, orangtua perlu menjadi pendengar yang baik, bila perlu jangan dikasih nasihat lebih dulu. Orangtua harus lebih hati-hati dalam menangani anaknya jika terjadi seperti ini,” bebernya.

Orangtua juga bisa mengajak anaknya yang tengah mengalami depresi untuk olahraga bersama, atau jalan-jalan bareng, kemudian mulai ajak ngobrol dan hindari judgment. Itulah langkah-langkah yang perlu mendukung dan support terus anak.

Tak hanya itu, bagi remaja yang mengalami depresi juga disarankan untuk mencari teman, kerabat atau anggota keluarga yang bisa dipercaya dan bisa menjadi pendengar yang baik. Itulah yang paling utama harus dilakukan jika mengalami down.

Baca Juga: Curhat Putus Cinta di Lapak Olshop, Kisah Perempuan Ini Bikin Ikut Sedih

“Atau mungkin bisa mencari komunitas, dan bisa mencari psikolog, baik bisa melalui video call atau melalui chatting, atau bisa janjian bertemu, karena sekarang sudah banyak jasa psikolog yang menawarkan hal tersebut dan itu bisa dimanfaatkan oleh remaja,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI