Takut Jadi Sumber Mutasi Corona, 17 Juta Ekor Cerpelai Dimusnahkan

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 08:08 WIB
Takut Jadi Sumber Mutasi Corona, 17 Juta Ekor Cerpelai Dimusnahkan
Takut Jadi Sumber Mutasi Corona, 17 Juta Ekor Cerpelai Dimusnahkan / Foto: cerpelai di dalam kandang. [Shutterstock]

Suara.com - Manajer Riset Administrasi Hewan dan Makanan atau Danish Veterinary and Food Administration di Denmark Sten Mortensen mengatakan sebanyak 5 persen populasi cerpelai yang kabur dari peternakan teridentifikasi telh terinfeksi virus corona penyebab sakit Covid-19 atau SARS CoV 2.

Mink atau cerpelai adalah sejenis hewan mamalia, spesies seperti berang-berang dan musang yang banyak dikembangbiakkan di Amerika Utara dan Eropa.

Sayangnya lebih dari 100 cerpelai yang terinfeksi corona dan kabur dari peternakan di Denmark berisiko menyebarkan virus yang sama ke hewan liar lainnya, hingga membuat reservoir atau perantaran penularan baru berpotensi membuat virus bermutasi.

"Setiap tahun, ribuan cerpelai melarikan diri, dan tahun ini diperkirakan lima persen dari hewan yang kabur ini terinfeksi SARS CoV 2," ujar Sten Mortensen, mengutip Live Science (1/12/2020).

Karena risiko itu, pihak otoritas Denmark berusaha memusnahkan jutaan cerpelai yang hidup di seluruh peternakan Denmark untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

Keputusan ini diambil setelah ratusan peternakan dilaporkan jadi spot penularan virus, karena keberadaan cerpelai di perternakan tersebut.

Otoritas kesehatan Denmark juga menemukan virus corona pada cerpelai telah menyebar ke manusia. Mutasi virus inilah yang dikhawatirkan berpotensi membuat vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan tidak efektif atau sia-sia.

Namun para ahli meragukan risiko ini, mereka tidak menemukan cukup bukti bahwa virus yang bermutasi akan tetap tahan terhadap vaksin. Selain itu pemerintah Denmark juga tidak bisa begitu saja menyingkirkan cerpelai yang sehat.

Meski sejumlah kritik dilayangkan, sudah lebih dari 10 juta atau rata-rata 17 juta cerpelai dimusnahkan. Di Denmark memang tidak ada kasus Covid-19 baru dalam dua minggu terakhir, tapi pihak berwenang tetap memperingatkan virus bisa menyebar tanpa disadari dari alam liar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Cerpelai Terinfeksi Virus Corona Kabur, Risiko Penyebaran Tinggi

Ratusan Cerpelai Terinfeksi Virus Corona Kabur, Risiko Penyebaran Tinggi

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 08:07 WIB

Susul Pfizer, Vaksin Covid-19 Moderna Dinilai Sangat Efektif Cegah Infeksi

Susul Pfizer, Vaksin Covid-19 Moderna Dinilai Sangat Efektif Cegah Infeksi

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 07:41 WIB

Vaksin Jadi Tumpuan Harapan untuk Penanggulangan Covid-19

Vaksin Jadi Tumpuan Harapan untuk Penanggulangan Covid-19

Sumut | Selasa, 01 Desember 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB