Ilmuwan Jerman Temukan Virus Corona Covid-19 Menginfeksi Otak Lewat Hidung

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 14:25 WIB
Ilmuwan Jerman Temukan Virus Corona Covid-19 Menginfeksi Otak Lewat Hidung
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Virus corona Covid-19 tidak hanya menyebabkan masalah pernapasan, tetapi juga sejumlah gejala neurologis. Studi dalam jurnal Nature Nauroscience memaparkan gejala-gejala neurologis yang berbeda-beda.

Penelitian tersebut menemukan virus corona Covid-19 tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tapi juga berdampak pada sistem saraf pusat (SSP) yang mengakibatkan gejala neurologis, seperti hilangnya penciuman dan perasa, sakit kepala, kelelahan, dan mual.

Virus corona Covid-19 ini menginfeksi otak manusia melalui lendir hidung. Penelitian ini pula yang pertama kali menemukan virus corona bisa memasuki neuron otak melalui jalur mukosa.

Para ilmuwan di Jerman pun melakukan otopsi pada 33 pasien yang meninggal karena virus corona Covid-19 untuk mengonfirmasi hipotesis mereka.

Mereka mempelajari lendir di bagian belakang hidung, tepatnya di atas mulut tempat tenggorokan bergabung dengan rongga hidung serta sampel jaringan otak.

Ilustrasi otak, organ dalam (Pixabay/VSRao)
Ilustrasi otak, organ dalam (Pixabay/VSRao)

Materi genetik dari virus corona ini ada dalam jumlah terbesar di lendir rongga hidung. Tapi, lonjakan protein SARS-CoV-2 yang memfasilitasi masuknya virus ke dalam sel juga ditemukan di otak.

"Begitu berada di dalam mukosa penciuman, nampaknya virus menggunakan koneksi neuroanatomikal, seperti saraf penciuman untuk mencapai otak," kata Dr Frank Heppner, rekan penulis studi dari Universitätsmedizin Berlin mengutip Express.

Para ilmuwan ini juga menjadi orang pertama yang melihat partikel virus corona Covid-19 utuh di dalam lendir hidung menggunakan mikroskop untuk mendukung klaim mereka.

Tapi, penelitian ini tidak menetapkan cara virus corona Covid-19 masuk ke otak. Dr Helena Radbruch, salah satu akademisi yang mengerjakan penelitian mengatakan data penelitiannya menunjukkan bahwa virus corona berpindah antar sel saraf untuk mencapai otak.

"Kemungkinan besar virus corona juga ditularkan melalui pembuluh darah. Karena, ada bukti bahwa virus corona juga ditemukan di dinding pembuluh darah di otak," jelas Dr Helena.

Studi ini juga mendeteksi keberadaan sel kekebalan dalam cairan otak yang diaktifkan setelah infeksi. Dr Frank Heppner mengatakan keberadaan virus di sel saraf mukosa penciuman berkaitan dengan gejala neurologis pada pasien, seperti hilangnya indra penciuman dan perasa.

"Kami juga menemukan virus di area otak yang mengontrol fungsi vital, seperti pernapasan," jelasnya.

Tak bisa dikesampingnya, keberadaan virus di area otak tersebut bisa berdampak buruk pada fungsi pernapasan dan menambah masalah pernapasan karena infeksi paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Cerpelai Kabur Terinfeksi Corona dan Berita Hits Health Lainnya

Ratusan Cerpelai Kabur Terinfeksi Corona dan Berita Hits Health Lainnya

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 09:15 WIB

Kasus Corona Seminggu Terakhir Naik Pesat, Jokowi: Ini Memburuk Semua

Kasus Corona Seminggu Terakhir Naik Pesat, Jokowi: Ini Memburuk Semua

News | Senin, 30 November 2020 | 11:10 WIB

Disinfektan Bisa Mengikat Virus Corona di Permukaan, Ini Kata Ahli!

Disinfektan Bisa Mengikat Virus Corona di Permukaan, Ini Kata Ahli!

Health | Senin, 30 November 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB