Waspada Resistensi Antibiotik, Dokter Tak Boleh Sembarang Memberi Resep

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 03 Desember 2020 | 13:22 WIB
Waspada Resistensi Antibiotik, Dokter Tak Boleh Sembarang Memberi Resep
Ilustrasi antibiotik. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Sejak 2015, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah meluncurkan program Global Antimicrobial Resistance Surveillance System (GLASS) untuk mengatasi semakin meningkatnya angka resistensi antibiotik.

Resistensi antibiotik dikenal juga dengan Antimicrobial Resistance (AMR), yaitu keadaan di mana bakteri yang masuk ke tubuh sudah tidak bisa dimusnahkan atau diobati dengan antibiotik. Keadaan resistensi antibiotik bisa berbahaya, karena memicu penyebaran penyakit infeksi bakteri semakin parah dan meningkat, apalagi jika antibiotik tidak bisa lagi menghentikan bakteri yang berkembangbiak dalam tubuh.

Menurut Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KAPRA), dr. Harry Parathon Sp.OG (K), tingginya kekeliruan penggunaan antibiotik untuk mencegah Covid-19 di Indonesia, semakin meningkatkan angka resitensi antibiotik. Padahal Covid-19 tidak bisa dicegah oleh antibiotik, karena Covid-19 bukan disebabkan bakteri melainkan virus. Angka prevalensi resitensi antibiotik di Indonesia pada bakteri E. Coli dan K. Pneumonia (ESBL+), jumlahnya masih sangat tinggi, yakni 60,4 persen di 2019.

"Selama masa pandemi Covi-19 ini, pasien yang terpapar dan mengalami ko-infeksi bakteri sebesar 3 hingga 12 persen, dengan rata-rata 7 persen, sehingga penting bagi para tenaga kesehatan untuk benar-benar memastikan apakah pasien Covid-19 mengalami ko-infeksi bakteri," jelas dr. Harry berdasarkan siaran pers yang diterima suara.com, Rabu (3/12/2020).

Tidak hanya itu, kata Harry, pengetahuan dokter juga harus selalu diperbaharui, khususnya terkait peresepan antibiotik kepada pasien yang seharusnya tidak boleh sembarangan, jika dirasa tidak darurat.

"Fasilitas laboratorium, pemeriksaan imaging dan pengetahuan dokter harus ditingkatkan, guna mendukung kebutuhan diagnosis, karena jika tidak ditingkatkan, pemakaian antibiotik dapat meningkat tajam," ungkap dr. Harry.

Sementara itu, perwakilan Perhimpunan Kedokteran Tropis dan Penyakit Infeksi Indonesia (PETRI), Dr. dr. Lie Khie Chen, Sp.PD, K-PTI mengakui penggunaan antibiotik pada pasien Covid-19 di Indonesia memang belum ada angka pasti. Tetapi pasien Covid-19 dengan kategori ringan pada umumnya tidak mengonsumsi antibiotik, sedangkan bagi pasien dengan kategori berat dan kritis sebanyak lebih dari 70 pasien menggunakan antibiotik.

Aturan pengendalian antibiotik sudah dikeluarkan melalui Perkemenkes No. 8 tahun 2015, yang mewajibkan setiap Rumah Sakit untuk memiliki tim Program Pengendalian Resistensi Antibiotik (PPRA) dan menerapkan program-program pengendalian antibiotik sebagai upaya mengurangi angka penggunaan antibiotik dan angka AMR di Indonesia.

Adapun di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pertanian (Kementan) jadi dua pihak yang berperan besar dalam Antimicrobial Stewardship Program (ASP), program di Indonesia untuk mengurangi angka resistensi antibiotik, dan mencegah tersebarnya bakteri yang resisten.

baca juga

ASP berjalan sesuai dengan 5 pokok strategis GLASS program yang digulirkan WHO, di antaranya adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap AMR, meningkatkan pengetahuan melalui surveilans dan riset, pencegahan dan pengendalian penyebaran infeksi, mengoptimalkan penggunaan antimikroba pada manusia dan hewan (ASP), dan investasi jangka panjang mendukung inovasi terapi baru (vaksin dan antibiotik), penemuan rapiddiagnostik, dan sistem tatalaksana infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Ancaman Resistensi Antibiotik Malah Meningkat

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Ancaman Resistensi Antibiotik Malah Meningkat

Health | Rabu, 02 Desember 2020 | 22:35 WIB

Ingat Ya Bunda, Anak Demam Jangan Langsung Diberi Antibiotik

Ingat Ya Bunda, Anak Demam Jangan Langsung Diberi Antibiotik

Health | Minggu, 29 November 2020 | 16:08 WIB

Kenapa Obat Antibiotik Harus Diminum Sampai Habis?

Kenapa Obat Antibiotik Harus Diminum Sampai Habis?

Health | Minggu, 29 November 2020 | 14:44 WIB

Terkini

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

×