Long Covid Tidak Akan dialami Pada Pasien Tanpa Gejala

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 04 Desember 2020 | 08:03 WIB
Long Covid Tidak Akan dialami Pada Pasien Tanpa Gejala
DR. dr. Agus Dwi Susanto Sp. P(K), Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI. (tangkap layar webinar Satgas Covid-19)

Suara.com - Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh melalui hasil swab negatif belum tentu benar-benar kehilangan sakitnya. Pasien yang memiliki gejala sedang, berat, bahkan kritis, sangat berisiko mengalami gejala pasca Covid atau long covid. Tetapi kondisi serupa tidak akan dialami pada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan tidak bergejala atau asimptomatik.

"Long covid sebagian besar terjadi pada derajat sedang, berat, dan kritis. Sebagian besar muncul karena terdapat kelainan anatomi sebagai sisa yang akhirnya menimbulkan dampak pada fungsional," jelas Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI DR. dr. Agus Dwi Susanto Sp. P(K)., dalam webinat Satgas Covid-19, Kamis (3/12/2020).

Sedangkan pada pasien asimptomatik, cenderung tidak ada kelainan anatomis yang bermakna dan akhirnya tidak menimbulkan gejala sisa yang muncul setelah dinyatakan sembuh dari penyakit.

"Oleh karena memang sebagian besar kasus ditemukan pada kasus sedang, berat, dan kritis. Meski di Indonesia belum punya data, tentu ini akan jadi PR untuk melihat seberapa besar long covid pada pasien covid dan akan jadi gambaran untuk tindakan kita ke depan," ujar dokter yang berpraktik di RS Persahabatan itu.

Agus menambahkan, gejala long covid tidak jauh berbeda dengan gejala infeksi virus corona. Hanya saja gejala long covid bisa terjadi selama berbulan-bulan.

"Kalau covid gejala akut. Misalnya demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan. Sifatnya akut, muncul pada beberapa hari atau beberapa minggu kemudian disertai dengan adanya riwayat kontak dan PCR positif," jelasnya.

"Sedangkan long covid, statementnya dikatakan sembuh dulu dari hasil swab negatif. Kemudian muncul gejala yang menetap, gejala bervariasi," tambah dokter Agus.

Berdasarkan sejumlah riset yang dipublikasikan para ilmuan di Inggris, Amerika Serikat, dan China kebanyakan gejala long covid yang muncul adalah kelelahan kronik, badan lemah, letih selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan.

Dokter Agus mengatakan, dari riset di Inggris menunjukan sekitar 60 persen penyintas Covid-19 masih mengalami gejala kelelahan tersebut.

baca juga

"Kemudian gejala kedua mengalami sesak napas. Itu memang dampaknya sebagian besar ke paru dan jantung yang berimplikasi pada keluhan napas berat. Itu beberapa publikasi sampai 42 persen," katanya.

Gejala lainnya seperti nyeri sendi, otot juga bisa muncul. Bahkan dampak psikologis seperti depresi pasca covid dilaporkan sebagai bagian dari long covid. Agus menyebutkan, gejala lain gastointestinal seperti masalah perut, gangguan pada perasa, pembau juga masih muncul saat long covid.

Belum bisa dipastikan berapa lama long covid itu bisa dialami penyintas infeksi virus corona. Namun, pada pasien yang mengalami masalah pada paru, menurut Agus, membutuhkan waktu paling tidak 2-3 bulan agar fungsi parunya meningkat.

"Kalau sudah (bergejala) sedang, berat, bahkan kritis biasanya akan muncul terjadinya long covid pada paru. Karena kelainan pada paru sudah jelas ada, yaitu pneumonia. Kemudian ada sisa vibrosis kalau difoto rontgen itu putih semua. Untuk kembali normal, semua hitam, butuh waktu 2-3 bulan," ujar dokter spesialis paru di Rumah Sakit Persahabatan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Banyak Anak Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Studi: Banyak Anak Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Jabar | Kamis, 03 Desember 2020 | 19:10 WIB

Pasien Covid-19 Indonesia Melonjak, Papua Penyumbang Kasus Tertinggi

Pasien Covid-19 Indonesia Melonjak, Papua Penyumbang Kasus Tertinggi

Sulsel | Kamis, 03 Desember 2020 | 17:12 WIB

Banyak Penyintas Covid-19 Akui Masih Merasa Sakit, Tubuh Menyimpan Virus?

Banyak Penyintas Covid-19 Akui Masih Merasa Sakit, Tubuh Menyimpan Virus?

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 15:18 WIB

Terkini

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

×