Psikiater: Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Sabtu, 05 Desember 2020 | 13:51 WIB
Psikiater: Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi
Ilustrasi menjaga kesehatan mental dengan membatasi diri membaca berita hoaks. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah membuat dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Tak sekadar mengganggu kesehatan fisik, tapi juga memengaruhi kesehatan mental.

Psikiater dr. Mahaputra, SpKJ mengatakan pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal Maret tahun 2020 memang telah membuat banyak perubahan dalam semua aspek kehidupan masyarakat di Indonesia.

Sayangnya, tidak semua individu siap dan dapat beradaptasi dengan situasi ini. Hal itu kemudian mempengaruhi mental ataupun kejiwaan seseorang. Untuk itu, menjaga kesehatan mental menjadi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik di masa pandemi ini.

“Situasi pandemi bukanlah hal mudah, terlebih di tengah suasana yang penuh dengan ketidakpastian sehingga dapat memunculkan rasa cemas, khawatir, ketakutan, stres, hingga depresi,” ujar dr. Putra dalam pernyataannya secara virtual, Jumat (4/12/2020).

Sementara itu, menurutnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat dari rumah untuk meminimalkan terjadinya gangguan kesehatan mental, yakni masyarakat diminta untuk membatasi paparan informasi mengenai covid-19 yang menakutkan dan berlebih yang bisa memicu kecemasan hingga berujung pada stres.

“Kita dapat mengurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca, atau mendengarkan informasi yang berlebihan. Mengambil jarak sejenak dari informasi yang berlebihan juga baik,” tegas dia.

Kemudian, masyarakat harus bisa menyaring informasi yang diperoleh melalui sumber-sumber yang terpercaya. Sebab, membaca sumber yang keliru (hoaks) itu akan membuat seseorang semakin lebih cemas, lebih khawatir, dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa.

Lalu, masyarakat dapat menghindari perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal-hal positif seperti berolahraga, membaca buku, hingga memasak. Dan, disarankan untuk menghindari merokok, mengonsumsi alkohol, dan narkoba saat masa pandemi.

“Masyarakat jika merasakan stres atau perasaan yang tidak nyaman, perlu segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, konselor dan lainnya untuk mendapatkan pertolongan cepat dan tepat,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikolog: Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi, Cari Support System!

Psikolog: Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi, Cari Support System!

Health | Sabtu, 05 Desember 2020 | 12:37 WIB

Korban Bunuh Diri di Jepang Lebih Besar dari Kematian Akibat Covid-19

Korban Bunuh Diri di Jepang Lebih Besar dari Kematian Akibat Covid-19

Sulsel | Selasa, 01 Desember 2020 | 09:57 WIB

5 Profesi Paling Menyehatkan, Apakah Pekerjaan Anda Termasuk?

5 Profesi Paling Menyehatkan, Apakah Pekerjaan Anda Termasuk?

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB