Uji Klinis Tunjukkan Hasil Berbeda, Vaksin AstraZeneca Tak Jadi Dipakai AS?

M. Reza Sulaiman

Selasa, 08 Desember 2020 | 12:59 WIB
Uji Klinis Tunjukkan Hasil Berbeda, Vaksin AstraZeneca Tak Jadi Dipakai AS?
Kantor AstraZeneca. [Paul Ellis/AFP]

Suara.com - Amerika Serikat meminta perusahaan farmasi AstraZeneca melakukan penelitian ulang dalam skala besar, sebelum memutuskan untuk menggunakan vaksin dalam program vaksinasi virus Corona.

Pernyataan itu dikemukakan setelah muncul kesimpulan yang membingungkan dari uji coba lain yang dirilis oleh perusahaan AstraZeneca dan Universitas Oxford yang menjadi mitranya.

AstraZeneca Plc adalah salah satu pengembang vaksin terkemuka, tapi data sementara yang dirilis pada 23 November dari uji coba di Inggris dan Brasil menunjukkan kinerja yang sangat berbeda ketika vaksin diuji dalam dua kombinasi dosis yang berbeda.

Menurut perusahaan itu, sekelompok kecil subjek uji coba secara tidak sengaja menerima setengah dosis diikuti dengan satu dosis penuh, alih-alih dua dosis penuh yang direncanakan.

Dalam kelompok itu, vaksin terbukti 90 persen efektif mencegah penyakit. Tetapi kelompok yang lebih besar yang menerima dua dosis penuh menunjukkan tingkat keberhasilan 62 persen.

Meskipun kemanjuran 62 persen berada di atas tolok ukur yang ditetapkan oleh regulator untuk menyatakan keberhasilan vaksin COVID-19, tingkat kemanjuran itu buruk jika dibandingkan dengan kemanjuran 95 persen dan 94,1 persen yang ditunjukkan dalam uji coba besar untuk vaksin dari Pfizer Inc dan Moderna Inc.

Sebuah studi AS tentang vaksin AstraZeneca yang melibatkan sekitar 30.000 relawan sedang dikerjakan dan akan menghasilkan data pada akhir Januari.

"Kami merasa sangat nyaman karena kami merancang uji coba yang sangat baik di AS, di mana setiap orang diteliti dalam waktu bersamaan, dan kami tahu berapa dosisnya," kata Dr. Larry Corey, salah satu pemimpin Jaringan Pencegahan Vaksin Virus Corona AS, yang membantu merancang dan mengawasi uji coba untuk program Operation Warp Speed pemerintah AS.

Dosis dalam uji coba Inggris "tidak dilakukan dengan tepat," kata Corey. Namun, perbedaan dosis tidak sepenuhnya menjelaskan variasi dalam keefektifan yang terlihat pada uji coba Inggris dan Brasil, katanya.

baca juga

"Salah satu masalah dengan data Oxford adalah banyaknya ketidakseragaman dalam jadwal dan dosis yang mempersulit interpretasi hasil secara maksimal," katanya dalam wawancara telepon.

Ada juga perbedaan dalam interval antara dosis dalam uji coba Inggris dan uji coba Brasil, serta perbedaan signifikan dalam rentang usia yang termasuk dalam penelitian.

Misalnya, semua orang dalam kelompok yang 90 persen efektif berusia di bawah 55 tahun, satu kelompok yang kurang rentan hingga parah terhadap COVID-19.

"Kesimpulan pribadi saya adalah bahwa tampaknya ada efektivitas dalam vaksin AstraZeneca dari uji coba lain ini yang memberikan optimisme bahwa uji coba saat ini di Amerika Serikat akan menentukan efektivitas itu," kata Corey, ahli virologi di Pusat Riset Kanker Fred Hutchinson.

AstraZeneca tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

Moncef Slaoui, kepala penasihat program vaksin Operation Warp Speed, mengatakan pekan lalu uji coba Inggris dan Brasil mungkin tidak cukup untuk memastikan vaksin tersebut menerima izin penggunaan darurat Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular

Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular

Health | Selasa, 23 Desember 2025 | 20:25 WIB

Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo

Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo

Lifestyle | Senin, 25 Agustus 2025 | 18:48 WIB

Jadi Penyebab Utama Kematian, AstraZeneca dan Kemenkes RI Fokus Tangani Penyakit Tidak Menular

Jadi Penyebab Utama Kematian, AstraZeneca dan Kemenkes RI Fokus Tangani Penyakit Tidak Menular

Health | Selasa, 27 Mei 2025 | 23:46 WIB

CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?

CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?

News | Senin, 26 Mei 2025 | 08:42 WIB

AstraZeneca Indonesia Gandeng Kimia Farma Trading & Distribution untuk Transformasi Layanan Kesehatan Primer

AstraZeneca Indonesia Gandeng Kimia Farma Trading & Distribution untuk Transformasi Layanan Kesehatan Primer

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2025 | 08:29 WIB

Penyakit Ginjal Kronis Duduki Peringkat ke-2, Habiskan Anggaran Rp 1,9 Triliun

Penyakit Ginjal Kronis Duduki Peringkat ke-2, Habiskan Anggaran Rp 1,9 Triliun

Bisnis | Sabtu, 14 Desember 2024 | 17:07 WIB

AstraZeneca Indonesia Tekankan Pentingnya Menjaga Kualitas Hidup Bayi Prematur

AstraZeneca Indonesia Tekankan Pentingnya Menjaga Kualitas Hidup Bayi Prematur

Bisnis | Jum'at, 06 Desember 2024 | 06:46 WIB

AstraZeneca Indonesia Diakui Sebagai Best Places to Work

AstraZeneca Indonesia Diakui Sebagai Best Places to Work

Bisnis | Kamis, 24 Oktober 2024 | 14:07 WIB

Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!

Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!

News | Selasa, 08 Oktober 2024 | 04:10 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×