Punya Fobia Jarum Suntik? Ini Saran Ahli!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 10 Desember 2020 | 18:47 WIB
Punya Fobia Jarum Suntik? Ini Saran Ahli!
Ilustrasi fobia jarum suntik. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Vaksinasi Covid-19 segera dimulai sesaat setelah Badan POM memberikan izin pemakaian darurat atau EUA (Emergency Use Authorization).

Hanya saja, tidak semua orang 'gembira' dengan kabar vaksin Covid-19 tersebut. Banyak alasan yang mendasari mulai dari bagian kelompol antivaksin, tidak percaya khasiat vaksin hingga yang terdengar konyol, takut jarum suntik!

Fobia atau rasa takut akan jarum suntik sebenarnya umum terjadi. Namun dampaknya bisa nyata bagi kesehatan.

Rasa takut akan jarum suntik bisa menyebabkan seseorang menunda atau menolak perawatan medis. Dalam situasi pandemi saat ini, bisa saja menolak disuntik vaksin virus corona yang bisa sangat bermanfaat.

Psikolog Inggris Dr Becky Spelman menjelaskan, beberapa orang bisa saja memiliki alasan berbeda mengapa mengalami fobia jarum.

"Ini bisa menjadi ketakutan yang dipelajari dari orang lain, dari mendengar komentar, perasaan, atau pengalaman orang lain. Atau bisa juga karena pengalaman yang dialaminya sendiri," kata Dr Becky dikutip dari Metro.

Direktori Konseling Joanne Greaves menambahkan, pengalaman buruk itu masuk ke dalam otak sebagai sesuatu yang menakutkan dan seolah-olah nyata. Padahal sebenarnya hanya pikiran yang menyimpang dan menjadi makin menakutkan. 

"Ini membuat orang tersebut menghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan suntikan seperti pengaturan medis, menjalani tes darah dan bahkan menonton apa pun di TV yang berhubungan dengan suntikan," jelasnya.

Untuk mengatasi ketakutan pada suntikan itu, Becky mengatakan bahwa terapi eksposur dapat membantu mengatasi fobia dalam hitungan jam. Dia menyarankan terapi dimulai secara bertahap dari situasi yang paling tidak menakutkan hingga yang paling menakutkan.

baca juga

Ia mencontohkan, bisa memulai dengan melihat gambar jarum, yang kedua menonton video, kemudian menusuk jari dengan jarum, hingga mendapatkan suntikan. 

"Dalam metode 'bertingkat', Anda mengekspos diri pada hal yang paling tidak menakutkan terlebih dahulu dan terus meningkat. Hanya naik ke tingkat berikutnya ketika Anda merasa lebih sedikit kecemasan atau merasa bahwa Anda dapat mengatasi kecemasan itu. Akhirnya Anda akan mencapai level tersulit dan mengatasi kecemasan dalam setiap tahapan," paparnya.

Cara sederhana lainnya, Natasha Crowe, anggota Direktori Hipnoterapi, merekomendasikan teknik untuk menenangkan diri saat akan divaksinasi. 

''Sesuatu yang sederhana seperti mendengarkan musik, menonton video, bermain di aplikasi seluler atau game, atau memainkan fidget spinner dapat membantu mengarahkan fokus,'' jelasnya. 

Menurutnya, setiap orang dapat memanfaatkan kekuatan pikirannya dan menggunakan latihan relaksasi untuk mengatasi stres.

"Teknik grounding serta teknik hipnosis semuanya dapat benar-benar membantu mengurangi ketegangan di dalam tubuh dan stres emosional. Relaksasi adalah kunci untuk mengurangi stres," kata Crowe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

dr Dirga Sakti Rambe: Ada atau Tak Ada Vaksin Covid-19, Tetaplah 3M

dr Dirga Sakti Rambe: Ada atau Tak Ada Vaksin Covid-19, Tetaplah 3M

wawancara | Kamis, 10 Desember 2020 | 10:08 WIB

Sebelum PTM Dimulai, PGRI Kota Bogor Minta Guru Divaksin Covid-19

Sebelum PTM Dimulai, PGRI Kota Bogor Minta Guru Divaksin Covid-19

Bogor | Kamis, 10 Desember 2020 | 08:14 WIB

Menko Airlangga: Vaksin Covid-19 Jadi Game Changer Ekonomi Nasional

Menko Airlangga: Vaksin Covid-19 Jadi Game Changer Ekonomi Nasional

Bisnis | Rabu, 09 Desember 2020 | 20:52 WIB

Terkini

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:10 WIB

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:09 WIB

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:07 WIB

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:05 WIB

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:04 WIB

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 10:00 WIB

Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026

Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:59 WIB

MAKI Tagih Nyali KPK: Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan Terkait Kasus Korupsi CSR BI-OJK!

MAKI Tagih Nyali KPK: Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan Terkait Kasus Korupsi CSR BI-OJK!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:55 WIB

Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi

Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi

Malang | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:53 WIB

×