Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

Vania Rossa

Sabtu, 12 September 2026 | 15:09 WIB
Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen
Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Tim gabungan bersama PT Mayawana Persada mengintensifkan pemadaman karhutla di Kalimantan Barat sejak Agustus 2026.
  • Petugas menghadapi kendala medan berat dan angin dinamis yang diatasi melalui kolaborasi lintas sektoral serta MPA.
  • Pengelolaan tata air gambut melalui ratusan sekat kanal dan embung dioptimalkan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Suara.com - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat terus diintensifkan secara menyeluruh.

Sejak titik api teridentifikasi pada awal Agustus 2026, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) bersama tim gabungan langsung diterjunkan untuk mengendalikan situasi di lapangan melalui pembentukan posko taktis di 8 titik lokasi.

Meskipun sebagian besar titik api telah berhasil dilokalisasi, penanganan di garis depan masih berlangsung agresif guna memastikan pemadaman mencapai target 100 persen.

Tim pemadam harus berhadapan langsung dengan sejumlah tantangan berat di lapangan, seperti kondisi medan yang sulit dijangkau, perubahan arah angin yang dinamis, hingga minimnya debit air untuk pemadaman.

Guna mempercepat proses penanganan, strategi berbasis kolaborasi lanskap diterapkan dengan merangkul kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dari desa-desa penyangga, seperti Desa Sekucing Kualan, Sekucing Labai, dan Sungai Mata-mata.

Selain dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan pelatihan khusus, aksi tanggap darurat ini diperkuat oleh sinergi lintas sektoral bersama KPH Kayong Utara, BPBD, Polres Ketapang, Yayasan Palung, hingga Posko Solidaritas Rakyat Borneo.

Dukungan alokasi alat berat, pembuat embung, sekat bakar, serta distribusi puluhan perangkat teknis pemadaman dan logistik turut dikerahkan ke berbagai titik rawan.

“Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas wilayah kerja perusahaan. Karena itu, penanganannya juga tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri. Mayawana terus mengerahkan personel dan sumber daya yang kami miliki di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat, KPH, masyarakat, MPA, serta berbagai pihak terkait. Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan terus berjalan hingga titik-titik api dapat dikendalikan dan dilanjutkan dengan pendinginan serta pemantauan untuk mencegah munculnya kembali api,” ujar Iwan Budiman, Direktur PT Mayawana Persada.

Sebagai komitmen mitigasi resiko dan pencegahan jangka panjang, pengelolaan tata air gambut (water management) terus dioptimalkan secara konsisten.

baca juga

Pemeliharaan berkala terhadap 322 sekat kanal (canal blocking) dan 74 titik embung (water points) rutin dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan (rewetting) agar potensi timbulnya titik api baru di masa mendatang dapat ditekan secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Karhutla, Sespimti Polri Petakan Titik Rawan Kebakaran di Samboja Barat

Antisipasi Karhutla, Sespimti Polri Petakan Titik Rawan Kebakaran di Samboja Barat

News | Sabtu, 12 September 2026 | 11:31 WIB

Karhutla Ancam Sektor Energi dan Tambang, Wamen ESDM Minta Mitigasi Tak Ditunda

Karhutla Ancam Sektor Energi dan Tambang, Wamen ESDM Minta Mitigasi Tak Ditunda

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 11:35 WIB

Karhutla Masih Melanda Kawasan TNBTS

Karhutla Masih Melanda Kawasan TNBTS

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:09 WIB

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 15:08 WIB

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:07 WIB

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 15:06 WIB

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:03 WIB

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Target 5 Tahun: Pemprov DKI Pastikan Seluruh Kabel Udara Masuk ke Dalam Tanah

Target 5 Tahun: Pemprov DKI Pastikan Seluruh Kabel Udara Masuk ke Dalam Tanah

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Bansos Full Digital Mulai Oktober 2026, Ini Deretan Tantangan yang Menanti

Bansos Full Digital Mulai Oktober 2026, Ini Deretan Tantangan yang Menanti

News | Sabtu, 12 September 2026 | 14:59 WIB

Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Temuan Pelampung Kedua Dipastikan Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 14:56 WIB

×