Delirium Jadi Gejala Baru Infeksi Covid-19, Kenali Ciri dan Penyebabnya

M. Reza Sulaiman, Luthfi Khairul Fikri

Sabtu, 12 Desember 2020 | 09:10 WIB
Delirium Jadi Gejala Baru Infeksi Covid-19, Kenali Ciri dan Penyebabnya
Ilustrasi delirium gejala baru covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Satu lagi gejala baru infeksi Covid-19 ditemukan. Setelah sebelumnya kehilangan indra penciuman jadi gejala utama, kini peneliti menyebut pasien Covid-19 juga rentan mengalami delirium.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang delirium, apa saja penyebab delirium dan ciri-cinya, simak pembahasan dari Suara.com berikut ini.

Apa itu delirium?

Berdasarkan studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Oberta de Catalunya (UOC), disebutkan bahwa delirium saat ini menjadi salah satu gejala yang muncul pada penderita Covid-19.

Menurut psikolog klinis Veronica Adesla delirium adalah sejumlah gejala yang ditandai dengan kebingungan pikiran dan menurunnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

"Kemunculannya dapat dipengaruhi oleh penyakit kronis, tentu ini sangat berbahaya jika dibiarkan, makanya harus segera diobati," ujar Veronica kepada Suara.com saat dihubungi melalui seluler, Jumat (11/12/2020).

Ciri-ciri dan gejala delirium

Veronica mengatakan gejala delirium dapat muncul dalam beberapa jam ataupun beberapa hari secara fluktuatif sepanjang hari

Delirium juga mungkin terjadi saat di mana tidak muncul gejala apapun.

baca juga

Lebih lanjut, kata dia, tanda lainnya seseorang tersebut mengalami kesulitan fokus pada satu topik atau sering berganti topik, kurang responsif terhadap lingkungan sekitar, dan kurang mampu mengingat hal-hal yang baru saja terjadi.

"Umumnya ini akan terjadi pada lansia yang mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat ketika sedang berbicara dan seseorang tersebut sulit memahami pembicaraan hingga mengalami halusinasi dan gelisah," jelasnya.

Berdasarkan infografis yang diterbitkan oleh Satgas Covid-19, sejumlah gejala delirium antara lain:

  • Pikiran sulit fokus dan mudah teralihkan
  • Suka melamun
  • Lamban bereaksi
  • Daya ingat menurun
  • Kesulitan bicara
  • Berhalusinasi
  • Mudah tersinggung
  • Mood sering berubah
  • Sering gelisah
  • Kebisaan tidur berubah

Penyebab delirium

Selain muncul sebagai gejala pada penderita Covid-19, delirium juga dapat terjadi karena akibat penuaan, keracunan alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu, dan kondisi medis yang mendasari.

Infografis gejala delirium (twitter.com/txtdrpemerintah)
Infografis gejala delirium (twitter.com/txtdrpemerintah)

Pada orang yang mengalami gejala delirium, perlu adanya dukungan support system baik itu dari pihak keluarga ataupun dari perawat (caregiver).

"Penderita delirium masih bisa diobati, salah satunya itu perlu adanya support system dari keluarga dan lingkungannya," tutup Veronica.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri Ratusan Orang Australia Alami Gangguan Mental Delirium Usai Konsumsi Bayam, Kok Bisa?

Ngeri Ratusan Orang Australia Alami Gangguan Mental Delirium Usai Konsumsi Bayam, Kok Bisa?

Health | Rabu, 21 Desember 2022 | 08:58 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB