Catat, Ini Cara Hitung Batas Denyut Jantung Olahraga Ringan Untuk Bumil

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Sabtu, 12 Desember 2020 | 15:05 WIB
Catat, Ini Cara Hitung Batas Denyut Jantung Olahraga Ringan Untuk Bumil
Ilustrasi denyut jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Saat hamil, tubuh akan menyesuaikan diri dan mengalami banyak perubahan. Termasuk melonggarnya sendi-sendi untuk persiapan persalinan. Kondisi itu membuat ibu hamil tidak boleh melakukan olahraga berat karena berisiko alami cidera. 

Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto Sp. KO., menjelaskan bahwa olahraga berat bukan ditentukan dari jenis latihan fisik yang dilakukan. Tetapi diukur melalui kemampuan fisik dan intensitas waktu olahraga. 

"Olahraga berat, ringan, sedang itu relatif. Bagi seorang yang tidak pernah olahraga diminta jalan 150 menit per minggu mungkin sudah berat. Tapi sebaliknya, bagi atlet yang sudah terbiasa olahraga diminta jalan kaki pasti ketawa," kata dokter Michael dokter dari siaran langsung Instagram ayahbunda. 

Untuk menentukan olahraga berat itu perlu menghitung denyut jantung. Dokter Michael menyampaikan, ukuran olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang adalah 70 persen dari jumlah denyut jantung maksimal. 

Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]
Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]

Dokter Michael memaparkan, cara menghitungnya perlu diketahui terlebih dahulu jumlah denyut jantung maksimal dengan rumus 220 dikurangi usia dalam tahun dikali denyutan per menit. Hasil itu lah jumlah denyut jantung maksimal. Sehingga bagi bumil batasan olahraga ringan tidak boleh melebihi 70 persen dari jumlah denyut jantung maksimal yang telah dihitung.

"Jadi kalau mianya ada ibu usia 25 tahun, 220 - 25 jadi 195 kali denyutan per menit itu adalah 100 persennya. Kita mau bergerak 70 persennya saja. Denyut jantunya harus berada di situ," jelasnya. 

Peehitunhan itu juga bisa digunakan jika bumil atau pasca melahirkan ingin menurunkan berat badan. Namun, dokter Michael mengingatkan, jika denyut jantung kurang dari 70 persen kemungkinan olahraga yang dilakukan tidak efisien dalam mengurangi kalori berlebih. 

Sedangkan jika lebih dari 70 persen, maka kemungkinan saja bisa membakar lebih banyak kalori. Tapi ibu akan jadi lebih lapar dan lebih sulit untuk langsing. 

"Intensitas berat itu kalau di atas 70 persen sampai 90 persen. Berapapun usianya, bagaimanapun aktivitas fisik sebelumnya, bisa kita deteksi sebelumnya," ujarnya.

Terkait pemilihan olahraga, ia menyarankan untuk memulainya dengan berjalan kaki. Tetapi jika target denyut 70 persen belum tercapai bisa naik level dengan jogging hingga berlari. Tetapi yang paling penting dari itu, Michael menegaskan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh.  

"Sebelum melakukan (olahraga), selama melakukan itu selalu dipantau. Kalau ada sesuatu yang aneh atau jatuh, jadi pandangan kunang-kunang, keringat dingin. Tentu kita harus pastikan apa yang terjadi sebelum lakukan program olahraga," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Ibu Hamil Ditelantarkan Rumah Sakit, Keluarga Murka: Kami Bayar!

Viral Ibu Hamil Ditelantarkan Rumah Sakit, Keluarga Murka: Kami Bayar!

News | Sabtu, 12 Desember 2020 | 11:51 WIB

Ingin Olahraga Usai Melahirkan, Catat Dulu Tips Dokter Ini

Ingin Olahraga Usai Melahirkan, Catat Dulu Tips Dokter Ini

Health | Sabtu, 12 Desember 2020 | 07:05 WIB

Tega! Mau Lahiran Ibu Hamil Malah Ditelantarkan Pihak RS, Keluarga Ngamuk

Tega! Mau Lahiran Ibu Hamil Malah Ditelantarkan Pihak RS, Keluarga Ngamuk

News | Sabtu, 12 Desember 2020 | 12:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB