Mudah Dijangkau dan Menyehatkan, Simak Lima Makanan Pereda Stres

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 13 Desember 2020 | 11:13 WIB
Mudah Dijangkau dan Menyehatkan, Simak Lima Makanan Pereda Stres
Ilustrasi telur rebus. (Elements Envato)

Suara.com - Serangan stres memang sering kali sulit untuk dihindari, stres kronis juga dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan emosional Anda. Kabar baiknya, makanan tertentu mungkin bisa meredakan stres.

Melansir dari Healthline, berikut beberapa makanan yang bisa meredakan stres, antara lain:

1. Ubi Jalar

Makan sumber karbohidrat yang kaya nutrisi utuh seperti ubi jalar dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol.

Sebuah studi selama 8 minggu pada perempuan dengan berat badan berlebih atau obesitas menemukan bahwa mereka yang makan konsumsi makanan kaya karbohidrat padat nutrisi secara signifikan memiliki tingkat kortisol  yang lebih rendah daripada mereka yang mengikuti pola makan standar.

2. Telur

Telur sering disebut sebagai multivitamin alami karena kandungan nutrisinya. Telur utuh mengandung vitamin, mineral, asam amino, dan antioksidan yang dibutuhkan untuk merespons stres.

Telur utuh kaya akan kolin yang memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan dapat melindungi dari stres.

3. Kerang

Kerang mengandung asam amino tinggi yang berpotensi meningkatkan suasana hati. Taurin dan asam amino dalam kerang dibutuhkan untuk menghasilkan neurotransmiter seperti dopamin yang penting untuk mengatur respons stres.

Kerang juga mengandung vitamin B12, zinc, mangan, dan selenium yang semuanya dapat membantu meningkatkan suasana. Sebuah penelitian pada 2.089 orang dewasa Jepang mengaitkan asupan rendah zinc dan mangan dengan gejala depresi dan kecemasan.

4. Ikan Berlemak

Ikan berlemak seperti mackerel, herring, salmon, dan sarden sangat kaya akan lemak omega-3 dan vitamin D. Nutrisi ini telah terbukti membantu mengurangi tingkat stres dan memperbaiki suasana hati.

Omega-3 tidak hanya penting untuk kesehatan otak dan suasana hati tetapi juga dapat membantu tubuh menangani stres. Vitamin D juga memainkan peran penting dalam kesehatan mental dan regulasi stres.

Ikan salmon kaya asam lemak omega 3. (Shutterstock)
Ikan salmon kaya asam lemak omega 3. (Shutterstock)

5. Bawang Putih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Pakai Medsos Lima Jam Sehari Bisa Picu Depresi dalam Enam Bulan

Waspada, Pakai Medsos Lima Jam Sehari Bisa Picu Depresi dalam Enam Bulan

Health | Minggu, 13 Desember 2020 | 10:22 WIB

Main Media Sosial 5 Jam Tiap Hari Bisa Picu Depresi, Benarkah?

Main Media Sosial 5 Jam Tiap Hari Bisa Picu Depresi, Benarkah?

Kaltim | Jum'at, 11 Desember 2020 | 16:55 WIB

Studi: Makanan Tertentu Bisa Pertahankan Kemampuan Kognitif di Masa Tua

Studi: Makanan Tertentu Bisa Pertahankan Kemampuan Kognitif di Masa Tua

Health | Jum'at, 11 Desember 2020 | 14:31 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB