Ilmuwan Skotlandia Temukan Perawatan Covid-19 Parah Berfokus pada Gen

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 14 Desember 2020 | 14:51 WIB
Ilmuwan Skotlandia Temukan Perawatan Covid-19 Parah Berfokus pada Gen
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Para ilmuwan di Skotlandia telah mengidentifikasi kumpulan obat yang dapat membantu merawat pasien dengan Covid-19 parah. Studi tersbeut dipimpin oleh para peneliti dari Universitas Edinburgh.

Melansir dari Independent, penelitian ini telah menemukan lima gen yang tampaknya berdampak langsung pada seberapa serius seseorang menderita setelah tertular Covid-19.

Dengan berfokus pada gen ini, mereka dapat menentukan perawatan apa yang mungkin bisa membantu. Salah satu obat yang dianggap potensial adalah obat rheumatoid arthritis yang disebut baricitinib dan obat berbasis antibodi yang sudah dalam uji klinis untuk psoriasis.

“Sungguh mengejutkan kami telah melihat hasil ini begitu cepat setelah dimulainya wabah," kata Kenneth Baillie, peneliti senior pada proyek tersebut.

“Hal yang menarik dari penelitian ini adalah kami menemukan gen yang secara langsung relevan dengan terapi" imbuhnya.

Penelitian yang dilakukan oleh konsorsium Genetics of Mortality in Critical Care (GenOMICC), membandingkan DNA dari 2.244 pasien yang sakit kritis dari lebih dari 200 unit perawatan intensif di Inggris dengan susunan genetik individu yang sehat.

Analisis tersebut mengungkapkan perbedaan utama dalam lima gen, IFNAR2, TYK2, OAS1, DPP9 dan CCR2 yang diyakini dapat menjelaskan mengapa pasien yang sakit lebih menderita.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

“Ini adalah terobosan yang luar biasa, sungguh, dalam memahami apa yang menyebabkan penyakit parah,” Peter Openhaw, seorang profesor kedokteran eksperimental di Imperial College London dan rekan penulis studi tersebut kepada The Guardian.

Tetapi para ahli mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak obat untuk membantu sejumlah besar pasien yang tidak bisa merespon pengobatan steroid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikatan Dokter Indonesia Bersedia Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19

Ikatan Dokter Indonesia Bersedia Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 14:27 WIB

Ketua Komisi IX DPR RI Puji Inovasi Duta Wisata Covid-19 Sulsel

Ketua Komisi IX DPR RI Puji Inovasi Duta Wisata Covid-19 Sulsel

Sulsel | Senin, 14 Desember 2020 | 14:26 WIB

Studi AS: Kebanyakan Ibu Hamil Alami Kasus Covid-19 Tak Bergejala

Studi AS: Kebanyakan Ibu Hamil Alami Kasus Covid-19 Tak Bergejala

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB