Sering Dipakai untuk Bahan Kosmetik, Ini Khasiat Lidah Buaya Bagi Tubuh

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 14 Desember 2020 | 16:39 WIB
Sering Dipakai untuk Bahan Kosmetik, Ini Khasiat Lidah Buaya Bagi Tubuh
Lidah Buaya (Shutterstock)

Suara.com - Lidah buaya atau aloe vera merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Penggunaan lidah buaya kerap kali digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kosmetik dan sebagainya.

Tanaman berwarna hijau ini, sangat mudah ditemukan. Tidak sedikit juga, tanaman ini memiliki rumah sebagai tanaman hias. Namun, kenyataannya lidah buaya memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh.

Berikut beberapa manfaat dari lidah buaya seperti dilansir dari Medical Newes Today,

1. Lidah buaya mengandung senyawa yang menyehatkan

Lidah buaya dikenal sebagai tanaman yang digunakan untuk berbagai macam industri seperti kosmetik, farmasi, dan makanan. Diperkirakan tanaman ini memiliki nilah hari sebanyak 13 miliar dolar secara global setiap tahunnya.

Tanaman dengan daun runcing ini mengandung jaringan berlendir yang menyimpan air, dan ini membuat daun menjadi tebal. Di dalamnya terdapat bahan seperti gel yang dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk.

Lidah buaya. (Shutterstock)
Lidah buaya. (Shutterstock)

Gel ini mengandung sebagian besar senyawa bioaktif yang bermanfaat di dalam tumbuhan, termasuk vitamin, mineral, asam amino, dan antioksidan.

2. Lidah buaya memiliki sifat antikoksidan dan antibakteri

Antioksidan sangat penting untuk kesehatan. Gel lidah buaya mengandung antioksidan kuat yang termasuk dalam keluarga besar zat yang dikenal sebagai polifenol.

Polifenol ini, bersama dengan beberapa senyawa lain dalam lidah buaya, membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. 

Lidah buaya dikenal karena sifat antibakteri, antivirus, dan antiseptiknya. Hal inilah mengapa lidah buaya dapat membantu menyembuhkan luka dan mengatasi masalah kulit.

3. Lidah buaya mempercepat penyembuhan luka

Ilustrasi perawatan kulit dengan Lidah Buaya. (Shutterstock)
Ilustrasi perawatan kulit dengan Lidah Buaya. (Shutterstock)

Lidah buaya dipercaya sebagai obat topikal, yaitu dengan mengoleskannya pada bagian luka. Penelitian menunjukkan bahwa ini adalah pengobatan topikal yang efektif untuk luka bakar.

Studi eksperimental menemukan, lidah buaya dapat mengurangi waktu penyembuhan luka bakar sekitar 9 hari dibandingkan dengan pengobatan konvensional. Ini juga membantu mencegah kemerahan, gatal, dan infeksi.

4. Lidah buaya mengurangi plak gigi

Dalam penelitian obat kumur terhadap 300 orang sehat, peneliti membandingkan 100% jus lidah buaya murni dengan bahan obat kumur standar klorheksidin. Setelah 4 hari penggunaan, obat kumur lidah buaya ternyata sama efektifnya dengan klorheksidin dalam mengurangi plak gigi.

Lidah buaya dinilai efektif membunuh bakteri penghasil plak Streptococcus mutans di mulut, serta jamur Candida albicans.

5. Lidah buaya membantu mengatasi sariawan

Penelitian telah menunjukkan bahwa pengobatan lidah buaya dapat mempercepat penyembuhan sariawan. Dalam penelitian 7 hari terhadap 180 orang dengan sariawan, mengoleskan tambalan lidah buaya ke area tersebut efektif dalam mengurangi sariawan.

Dalam penelitian lain, gel lidah buaya tidak hanya mempercepat penyembuhan sariawan, tetapi juga mengurangi rasa sakit yang terkait dengannya.

6. Lidah buaya dapat mengurangi sembelit

Lidah buaya juga bermanfaat mengatasi sembelit. Namun, pada masalah ini bukan gel lidah buaya yang digunakan. Pada bagian ini yang digunakan adalah lateks.

Lateks adalah residu kuning lengket yang ada tepat di bawah kulit daun. Di dalamnya terdapat senyawa yang disebut aloin, atau barbaloin, yang memiliki efek pencahar yang mapan. 

Namun, hal ini belum begitu diketahui untuk melawan kondisi pencernaan lainnya dan lateks lidah buaya belum dijual secara bebas.

7. Lidah buaya dapat memperbaiki kulit dan mencegah keriput

Ilustrasi perawatan kulit dengan lidah buaya. (Shutterstock)
Ilustrasi perawatan kulit dengan lidah buaya. (Shutterstock)

Ada beberapa bukti yang menunjukkan, gel lidah buaya dapat memperlambat penuaan kulit.

Dalam sebuah studi tahun 2009 terhadap 30 wanita di atas usia 45 tahun, mengonsumsi gel lidah buaya meningkatkan produksi kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit selama periode 90 hari.

Studi ini juga juga menunjukkan, lidah buaya dapat membantu kulit mempertahankan kelembaban dan meningkatkan integritas kulit, yang dapat bermanfaat bagi kondisi kulit kering.

8. Lidah buaya menurunkan kadar gula darah

Beberapa orang menggunakan lidah buaya sebagai obat diabetes. Hal Ini karena lidah buaya dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu meningkatkan manajemen gula darah.

Menurut penelitian menemukan, lidah buaya dapat bermanfaat bagi penderita pradiabetes atau diabetes tipe 2 karena efeknya pada kontrol glikemik.

Penulis: Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Masker Aloe Vera yang Datang Ini, Komplain Pembeli Malah Buat Emosi

Pesan Masker Aloe Vera yang Datang Ini, Komplain Pembeli Malah Buat Emosi

Lifestyle | Kamis, 19 November 2020 | 14:17 WIB

Ekstrak Lidah Buaya Bisa Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2, Begini Caranya!

Ekstrak Lidah Buaya Bisa Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2, Begini Caranya!

Health | Rabu, 04 November 2020 | 15:14 WIB

Bisa Timbul Luka, Berikut Perawatan Rumahan Bibir Pecah-pecah

Bisa Timbul Luka, Berikut Perawatan Rumahan Bibir Pecah-pecah

Health | Senin, 19 Oktober 2020 | 13:49 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB