10 Tanaman Herbal yang Dipercaya Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Jum'at, 04 Desember 2020 | 07:10 WIB
10 Tanaman Herbal yang Dipercaya Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi Herbal. (Shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung dan stroke yang bisa berujung kematian.

Berbagai cara pun dilakukan untuk mengobati masalah hipertensi mulai dari berobat medis, menjaga gaya hidup hingga memanfaatkan herbal.

Berikut ini adalah 10 tanaman herbal yang dipercaya mampu menurunkan tekanan darah seperti dilansir dari Healthline.

1. Basil
Basil (Ocimum basilicum) adalah ramuan beraroma yang tersedia dalam berbagai bentuk. Basil populer dalam pengobatan alternatif karena kaya eugenol. Studi menunjukkan bahwa eugenol dapat membantu mengurangi tekanan darah dengan bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami. Penghambat saluran kalsium mencegah pergerakan kalsium ke dalam sel jantung dan arteri, yang memungkinkan pembuluh darah untuk rileks.

2. Peterseli
Peterseli (Petroselinum crispum) adalah ramuan populer dalam masakan Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Peterseli berasal dari Mediterania dan mengandung berbagai senyawa seperti vitamin C dan karotenoid makanan, yang dapat menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan karotenoid menurunkan tekanan darah dan kolesterol LDL (jahat), sebagai faktor risiko penyakit jantung.

3. Biji seledri
Biji seledri (Apium graveolens) merupakan rempah serbaguna yang dikemas dengan berbagai nutrisi, seperti zat besi, magnesium, mangan, kalsium, dan serat. Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan biji seledri dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Biji seledri dipercaya membantu menurunkan tekanan darah dengan bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami. Selain itu, biji seledri merupakan sumber serat makanan yang baik yang dikaitkan dengan penurunan tekanan darah.

4. Cakar kucing
Orang telah lama menggunakan cakar kucing dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mengobati berbagai penyakit termasuk tekanan darah tinggi. Nama ilmiahnya adalah Uncaria rhynchophylla, dan juga disebut Gou-Teng atau Chotoko.

Cakar kucing mengandung senyawa seperti hirsutine dan rhynchophylline. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa tanaman herbal ini dapat mengurangi tekanan darah dengan bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami. Selain itu, senyawa tersebut dapat merangsang pembuluh darah untuk memproduksi oksida nitrat, yaitu senyawa kimia yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar.

Tanaman herbal
Ilustrasi tanaman herbal

5. Bacopa monnieri
Bacopa monnieri adalah tumbuhan herbal yang tumbuh di daerah berawa-rawa di Asia Selatan. Praktisi pengobatan Ayurveda menggunakan herbal ini untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk kecemasan, masalah memori, dan tekanan darah tinggi. Dalam penelitian pada hewan, Bacopa monnieri membantu menurunkan tingkat tekanan darah sistolik dan diastolik dengan merangsang pembuluh darah untuk melepaskan oksida nitrat.

6. Bawang putih
Bawang putih kaya akan senyawa yang bermanfaat bagi jantung. Secara khusus, bawang putih mengandung senyawa sulfur, seperti allicin, yang dapat membantu meningkatkan aliran darah dan melemaskan pembuluh darah. Secara kolektif, faktor-faktor ini dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Sebuah tinjauan terhadap 12 penelitian di lebih dari 550 orang dengan tekanan darah tinggi menemukan bahwa mengonsumsi bawang putih mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik rata-rata masing-masing 8,3 mm Hg dan 5,5 mm Hg. Penurunan ini serupa dengan efek obat tekanan darah.

7. Timi
Thyme atau timi adalah ramuan beraroma yang dikemas dengan banyak senyawa sehat. Asam rosmarinic adalah salah satu senyawa tersebut. Penelitian telah mengaitkannya dengan banyak manfaat, seperti mengurangi peradangan dan kadar gula darah, serta meningkatkan aliran darah. Herbal ini juga dapat membantu mengurangi tekanan darah.

8. Kayu manis
Kayu manis adalah rempah-rempah aromatik yang berasal dari bagian dalam kulit pohon genus Cinnamomum. Orang telah menggunakannya selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional untuk mengobati kondisi jantung, termasuk tekanan darah tinggi.

Meskipun belum sepenuhnya dipahami bagaimana kayu manis menurunkan tekanan darah, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kayu manis dapat membantu melebarkan dan mengendurkan pembuluh darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turunkan Hipertensi, Coba Konsumsi 3 Jenis Minuman Ini!

Turunkan Hipertensi, Coba Konsumsi 3 Jenis Minuman Ini!

Health | Senin, 30 November 2020 | 14:00 WIB

Perpustakaan Herbai di Surabaya Jadi Tempat Belajar Manfaat Tanaman Obat

Perpustakaan Herbai di Surabaya Jadi Tempat Belajar Manfaat Tanaman Obat

Jatim | Minggu, 29 November 2020 | 21:52 WIB

Cari Tahu Manfaat Tanaman Obat, Yuk Kunjungi Perpustakaan Herbal

Cari Tahu Manfaat Tanaman Obat, Yuk Kunjungi Perpustakaan Herbal

Health | Minggu, 29 November 2020 | 18:41 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB