Studi: Frekuensi Serangan Epistaksis Lebih Tinggi pada Pasien Hipertensi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:02 WIB
Studi: Frekuensi Serangan Epistaksis Lebih Tinggi pada Pasien Hipertensi
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi inilah yang menyebabkan serangan jantung.

Karena ini pula tekanan darah tinggi disebut sebagai "silent killer". Tapi, sejumlah penelitiaan selama bertahun-tahun telah menentang asumsi ini.

Satu studi menunjukkan dugaaan hubungan antara tekanan darah tinggi dan frekuensi serangan epistaksis.

Epistaksis adalah istilaah medis untuk pendarahan dari hidung, yang dikenal juga sebagai mimisan. Hubungaan antara epistaksis dan hipertensi adalah subyek kontroversi yang sudah berlangsung lama.

Tujuan dari penelitiaan yang diterbitkan dalam Journal of the Saudi Heart Association, yakni mengevaluasi hubungan antara epistaksis dan hipertensi.

Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Penelitian yang dilakukan di olayaa Medical Center (Riyadh) selama 11 bulan ini melibatkan 80 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok.

Grup A terdiri dari 40 pasien yang mengalami epistaksis dan grup B terdiri 40 pasien yang bertugas sebagai kelompok kontrol.

Pemantauan tekanan darah rawat jalan (ABPM) dilakukan pada semua pasien selama 24 jam. Lalu, pasien ditindaklanjuti selama 3 bulan.

Pada akhir penelitian, ditemukaan angka serangan yang lebih tinggi pada pasien dengan riwayat hipertensi. Ada juga korelasi positif yang sangat signifikan antara jumlah serangan epistaksis dan tekanan darah tinggi.

baca juga

Para peneliti menyimpulkan bahwa serangan epistaksis lebih tinggi pada pasien tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi juga membuat serangan epistaksis yang lebih kompleks.

Kondisi ini menunjukkan bahwa epistaksis lebih sulit dikendalikan pada pasien hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Satu-satunya cara untuk mengetahui tekanan darah tinggi adalah dengan cara memeriksakan tekanan darah Anda di dokter atau puskesmas.

"Semua orang dewasa di atas usia 40 tahun disarankan untuk memeriksakan tekanan darahnya, setidaknya selama 5 tahun," jelas NHS dikutip dari Express.

Menurut NHS, Anda juga bisa memeriksakan tekanan darah secara mandiri dengan monitor tekanan darah di rumah sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Tanaman Herbal yang Dipercaya Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

10 Tanaman Herbal yang Dipercaya Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Health | Jum'at, 04 Desember 2020 | 07:10 WIB

Mesti Tahu, Ini Beda Gejala Serangan Jantung dan Serangan Panik

Mesti Tahu, Ini Beda Gejala Serangan Jantung dan Serangan Panik

Jabar | Rabu, 02 Desember 2020 | 19:55 WIB

Studi: Risiko Kematian akibat Serangan Jantung Lebih Tinggi pada Wanita

Studi: Risiko Kematian akibat Serangan Jantung Lebih Tinggi pada Wanita

Sumut | Rabu, 02 Desember 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

News | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Video | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

×