Presiden Prancis Isolasi Mandiri 7 Hari, Apa Pertimbangannya?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 17 Desember 2020 | 19:41 WIB
Presiden Prancis Isolasi Mandiri 7 Hari, Apa Pertimbangannya?
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Suara.com - Istana kepresidenan Prancis, Istana Elysee, mengumumkan Presiden Emmanuel Macron positif terinfeksi virus corona Covid-19, Kamis (17/12/2020).

Pihak istana mengatakan Macron telah menjalani tes PCR segera setelah mengalami gejala.

"Sang presiden akan mengisolasi diri selama tujuh hari, sejalan dengan protokol kesehatan yang berlaku untuk semua orang," kata pihak istana, dilansir The Guardian.

Berkaitan dengan masa isolasi mandiri atau karantina menjadi tujuh hari, pada September lalu Perdana Menteri Prancis Jean Castex sempat mengatakan bahwa pengurangan waktu disebabkan oleh masa tingkat penularan virus.

Castex mengatakan tujuh hari merupakan periode ketika risiko penularan 'yang nyata' terjadi.

Emmanuel Macron. [shutterstock]
Emmanuel Macron. [shutterstock]

Otoritas kesehatan Prancis juga saat itu mengatakan bahwa banyak orang di negaranya menganggap masa isolasi mandiri 14 hari terlalu lama, lapor AP News.

Pengurangan masa isolasi mandiri ini memang tidak berlaku di semua negara.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) hingga kini masih merekomendasikan masa karantina mandiri selama 14 hari. Rekomendasi ini berdasarkan perkiraan batas masa inkubasi virus corona.

Perlu diingat, bahwa seseorang yang positif Covid-19 dapat menularkan virus sebelum gejala berkembang. Sebagian besar orang yang terinfeksi pun tidak mengalami gejala tetapi masih menularkan penyakit.

baca juga
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Dalam konteks ini, karantina merupakan langkah penting untuk mengendalikan penularan. Namun, mereka juga mempertimbangkan adanya pengurangan periode karantina dengan beberapa faktor, yaitu berdasarkan keadaan dan sumber daya lokal.

"Karantina dapat berakhir setelah hari ketujuh jika spesimen diagnostik menunjukkan hasil negatif dan jika tidak ada gejala yang dilaporkan selama pemantauan harian," tulis CDC.

Tapi, strategi ini juga masih memiliki risiko penularan, yang diperkirakan sekitar 5% hingga 12%.

Negara lain yang telah mengurangi masa isolasi mandiri mereka adalah Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara. Mereka mengurangi masa 14 hari menjadi 10 hari, dan sudah diberlakukan sejak Senin (14/12/2020) kemarin.

"Setelah meninjau bukti, kami sekarang yakin bahwa kami dapat mengurangi jumlah hari kontak isolasi mandiri dari 14 hari menjadi 10 hari," kata kepala petugas medis Inggris Profesor Chris Whitty, Irlandia Utara Dr Michael McBride, Wales Dr Frank Atherton) dan CMO sementara Skotlandia Dr Gregor Smith, dalam pernyataan bersama, mengutip Independent.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov Sulsel Tambah 3 Hotel Untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Pemprov Sulsel Tambah 3 Hotel Untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Sulsel | Kamis, 17 Desember 2020 | 14:40 WIB

Dua Minggu Isolasi Mandiri, Anies Baswedan Masih Positif Covid-19

Dua Minggu Isolasi Mandiri, Anies Baswedan Masih Positif Covid-19

Jawa Tengah | Rabu, 16 Desember 2020 | 17:39 WIB

Dua Pekan Isolasi Mandiri, Anies Masih Positif Covid-19

Dua Pekan Isolasi Mandiri, Anies Masih Positif Covid-19

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 16:51 WIB

Terkini

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang

Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang

Banten | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Gunung Geulis Sukabumi Terbakar, 4 Hektare Lahan Hangus Api Mendekati Pemukiman

Gunung Geulis Sukabumi Terbakar, 4 Hektare Lahan Hangus Api Mendekati Pemukiman

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:54 WIB

Ramalan Shio 26 Agustus 2026, 4 Shio Ini Mulai Melihat Jalan Keluar

Ramalan Shio 26 Agustus 2026, 4 Shio Ini Mulai Melihat Jalan Keluar

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Kecelakaan Depan Alfamart Ciheuleut Bogor, Mobil Seruduk Kios hingga Papan Reklame

Kecelakaan Depan Alfamart Ciheuleut Bogor, Mobil Seruduk Kios hingga Papan Reklame

Bogor | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:46 WIB

Mampu Tampung 700 Sapi, Pasar Hewan Jonggol Diperkuat untuk Peternak Bogor

Mampu Tampung 700 Sapi, Pasar Hewan Jonggol Diperkuat untuk Peternak Bogor

Bogor | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Perintah Prabowo ke Menhut Raja Juli: Urus Karhutla Jangan Omon-omon, Harus Aksi Nyata

Perintah Prabowo ke Menhut Raja Juli: Urus Karhutla Jangan Omon-omon, Harus Aksi Nyata

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:28 WIB

×