Studi: Sering Minum Susu Sapi di Masa Menyusui Turunkan Risiko Alergi Anak

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 22 Desember 2020 | 17:32 WIB
Studi: Sering Minum Susu Sapi di Masa Menyusui Turunkan Risiko Alergi Anak
Ilustrasi menyusui

Suara.com - Anak-anak dari ibu yang minum susu sapi lebih banyak selama periode menyusui lebih rendah terkena alergi makanan. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Chalmers University of Technology, Swedia.

Melansir dari Medicalxpress, studi ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nutrients.

"Kami menemukan bahwa anak yang menyusu dari ibu yang konsumsi susu sapi lebih sehat dan lebih kecil kemungkinannya mengalami alergi di usia satu tahun," ujar Mia Stråvik, mahasiswa doktoral di Divisi Ilmu Pangan di Universitas Teknologi Chalmers, dan penulis pertama studi tersebut.

"Namun kami tidak mengklaim bahwa minum susu sapi akan menjadi obat umum untuk alergi makanan," imbuhnya.

Ada banyak faktor di balik risiko alergi makanan tak terkecuali kecenderungan genetik. Namun, seperti yang dijelaskan Mia Stråvik, pola makan bisa menjadi faktor dalam menurunkan risiko ini.

Menurut Profesor Ann-Sofie Sandberg, pembimbing Mia Stråvik susu dalam makanan ibu mengandung zat yang merangsang kematangan sistem kekebalan.

"Dalam perkembangan awal anak, ada waktu di mana stimulasi sistem kekebalan diperlukan bagi anak untuk mengembangkan toleransi terhadap makanan yang berbeda," ujar Sandberg.

"Zat yang dikonsumsi melalui makanan ibu dapat menjadi cara lain untuk merangsang kematangan sistem kekebalan," kata Ann-Sofie Sandberg.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Studi Mia Stråvik bukanlah yang pertama mengaitkan susu sapi dalam makanan ibu dengan penurunan risiko alergi pada anak-anak. Namun, penelitian sebelumnya sering kali hanya didasarkan pada tanggapan kuesioner sementara pada studi ini, data dan kesimpulan secara signifikan lebih kuat.

"Dalam studi ini, kami dapat benar-benar memverifikasi asupan susu dan produk susu yang dilaporkan perempuan melalui biomarker dalam darah dan ASI-nya. Biomarker adalah dua asam lemak  di perut sapi yang khusus untuk produksi susu," kata Mia Stråvik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Reaksi Alergi Vaksin Covid-19 Bisa Saja Terjadi, Siapa yang Paling Rentan?

Reaksi Alergi Vaksin Covid-19 Bisa Saja Terjadi, Siapa yang Paling Rentan?

Health | Selasa, 22 Desember 2020 | 14:42 WIB

Ibu Menyusui Mudah Anemia, Jangan Lupakan Asupan Zat Besi

Ibu Menyusui Mudah Anemia, Jangan Lupakan Asupan Zat Besi

Health | Selasa, 22 Desember 2020 | 13:46 WIB

7 Penyebab Umum Gatal Pada Kulit, dari Kutu Sampai Kanker

7 Penyebab Umum Gatal Pada Kulit, dari Kutu Sampai Kanker

Health | Senin, 21 Desember 2020 | 21:29 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB