Aturan Tes Swab Antigen Sebelum Berpergian, Efektifkah Kendalikan Pandemi?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 Desember 2020 | 18:50 WIB
Aturan Tes Swab Antigen Sebelum Berpergian, Efektifkah Kendalikan Pandemi?
Calon penumpang melakukan tes cepat (rapid test) antigen di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (23/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Masa pandemi sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Banyak sektor-sektor yang terdampak karena pandemi, salah satunya pariwisata. Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan aturan mengenai tes rapid antigen yang harus dilakukan wisatawan  sebelum menuju tempat yang akan dikunjungi.

Setelah aturan tersebut diumumkan, banyak sekali reaksi dan tanggapan dari kalangan masyarakat. Salah satu reaksi masyarakat yaitu dengan membatalkan rencana liburan yang dilakukannya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pariwisata di Indonesia.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup besar yaitu Yogyakarta. Menurut Pengamat Pariwisata Universitas Sanata Dharma, Ike Janita Dewi, PH. D., aturan mengenai rapid antigen yang diberlakukan membuat sektor pariwisata di Yogyakarta menurun hingga minus sembilan persen pada triwulan ketiga.

Banyak hotel-hotel di Yogyakarta yang menerima pembatalan pemesanan setelah diumumkannya aturan tersebut. namun, hal tersebut tetap harus dilakukan untuk menekan angka penambahan kasus positif yang terjadi.

Menurut Ike, Indonesia belum memiliki skema dan mekanisme dalam mengatasi krisis pariwisata di masa pandemi. Menurutnya, diperlukan strategi yang harus diberlakukan sesuai standar sehingga bisa mengatasi permasalahan tersebut.

“Komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini masih suka berbeda. Hal itu yang dinilai tidak konsisten sehingga hasilnya tidak maksimal. Pemerintah pusat bilang apa daerah apa, “ tuturnya pada Webinar “Rapid Test Antigen” yang diadakan Suara.com, Rabu (23/12/2020).

Ike juga menambahkan, rencana mengenai kebijakan tes rapid saat ingin berpegian akan dipikirkan untuk jangka waktu yang panjang. Jadi kebijakan ini akan tetap dilanjutkan. Ia berharap, masyarakat dapat bekerja sama dengan kebijakan ini untuk mendukung segi kesehatan dan pariwisata.

Selain itu, menggunakan rapid antigen tidak terlalu akurat jika dibandingkan dengan Swab-PCR. Menurut Ahli Epidemologi, dari Global Health Security Griffith University,  Dicky Budiman, MD, M.Sc.PH, rapid antigen ini hanya menunjukkan reaksi pada hari dan waktu saat itu. Jadi memungkinkan jika keesokan harinya saat dites kembali menunjukkan hasil yang berbeda.

Ia mengharapkan, masyarakat Indonesia diusahakan tetap di rumah. Saat menunggu hasil tes keluar juga alangkah lebih baik diam. Jika saat menunggu hasil tes tetap berpergian, maka hal itu sama saja bohong.

baca juga

“Masalahnya kalau tes hari ini terus menunggu tetap berpergian tau-taunya besok positif ya sama saja,” ucapnya, Rabu (23/12/2020).

Untuk saat ini hanya wilayah Bali yang melakukan PCR sebagai persyaratan untuk melakukan pariwisata. Hal ini untuk kebaikan pariwisata di Bali. Menurut Dicky, jika masyarakat asing melihat situasi dan kondisi aman dan terkendali dengan melakukan tes tersebut. Hal itu akan mengundang wisatawan untuk datang.

Di sisi lain, harus juga dibuat kebijakan yang tidak berbasis sains untuk mengatur masyarakat dalam mengatasi permasalahan ini. Jika masyarakat tertib dan patuh dengan kebijakan yang ada baik berbasis sains maupun tidak. Hal ini memungkinkan sektor-sektor yang terkena pengaruh pandemi ini akan pulih kembali. 

Penulis: Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pecah Rekor Lagi, Hampir 2.000 Orang di Jakarta Positif Covid-19 Hari Ini

Pecah Rekor Lagi, Hampir 2.000 Orang di Jakarta Positif Covid-19 Hari Ini

News | Rabu, 23 Desember 2020 | 18:09 WIB

Libur Nataru Pakai Mobil Pribadi? Tak Wajib Rapid Test Antigen, Cuma ...

Libur Nataru Pakai Mobil Pribadi? Tak Wajib Rapid Test Antigen, Cuma ...

Otomotif | Rabu, 23 Desember 2020 | 17:52 WIB

Peneliti Amerika Sebut Tak Perlu Khawatir Dengan Varian Baru Virus Corona

Peneliti Amerika Sebut Tak Perlu Khawatir Dengan Varian Baru Virus Corona

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 17:50 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB