Kasus HIV AIDS Diprediksi Meningkat Pada Tiga Populasi Ini, Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 29 Desember 2020 | 16:45 WIB
Kasus HIV AIDS Diprediksi Meningkat Pada Tiga Populasi Ini, Apa Saja?
Ilustrasi HIV/AIDS [Yayasan AIDS Indonesia]

Suara.com - Jumlah pasien HIV AIDS yang berusia di atas 15 tahun cenderung menurun sejak 2019. Kementerian Kesehatan mengelompokan populasi masyarakat yang berisiko terinfeksi HIV-AIDS selama hingga 2024 mendatang.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan ada beberapa populasi yang tren risiko terinfeksi menurun, ada juga yang meningkat.

"Perempuan pekerja seks, lima tahun ke depan proteksinya menurun. Pelanggan perempuan pekerja seks juga proyeksinya menurun," kata Nadia dalam webinar 'Tahun Baru dan Semangat Baru Menuju Akhir AIDS 2030', Selasa (28/12/2020).

Dikutip data Kemenkes, proyeksi ODHA di atas 15 tahun, pada populasi perempuan pekerja seks terdapat 6.861 orang tahun 2019. Kemudian turun 6.446 orang pada 2020. Estimasi Kemenkes angka tersebut akan turun turun hingga 2024 menjadi 4.960 orang.

Ilustrasi HIV Aids. (Shutterstock)

Penurunan juga terjadi pada pelanggan perempuan pekerja seks yang pada 2019 tercatat sebagai ODHA ada 69.675 orang. Turun pada 2020 menjadi 64.416 orang, diperkirakan pada 2024 menjadi 46.176 orang.

Pengguna narkoba dan jarum suntik juga kecenderungan menurun dari 6.174 orang (2019) menjadi 4.800 orang (2024). Waria juga menurun dari 4.389 pada tahun 2019 diperkirakan pada 2024 menjadi 3.759 orang.

"Tetapi untuk laki-laki seks dengan lelaki terlihat dalam lima tahun ke depan ada tren peningkatan. Jadi kalau kita lihat pada 2019 itu hanya 70 ribu, 2024 mencapai 77 ribu," ucap Nadia.

Peningkatan juga diperkirakan terjadi pada pekerja seks laki-laki, lanjut Nadia. Peningkatan jumlah ODHA dari 5.122 orang pada 2019 menjadi 5.403 tahun 2024.

Namun, yang menjadi masalah saat ini, menurut Nadia adalah adanya peningkatan ODHA pada perempuan non populasi kunci. Artinya pasangan dari populasi kunci maupun populasi berisiko.

"Ini yang kita sebut ibu rumah tangga, terjadi peningkatan dalam infeksi baru HIV AIDS. Kita bisa lihat di non populasi kunci, ibu rumah tangga dan pada lelaki seks dengan laki-laki terjadi peningkatan infeksi HIV AIDS dalam 5 tahun ke depan. Ini jadi kewaspadaan kita untuk lebih perkuat bagaimana deteksi HIV dan lakukan upaya pencegahan," tuturnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus HIV AIDS Justru Menurun Selama Pandemi Covid-19, Apa Sebab?

Kasus HIV AIDS Justru Menurun Selama Pandemi Covid-19, Apa Sebab?

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 13:30 WIB

Tes HIV Tunjukkan Positif Palsu, Vaksin Covid-19 Australia Batal Dipesan

Tes HIV Tunjukkan Positif Palsu, Vaksin Covid-19 Australia Batal Dipesan

Health | Minggu, 13 Desember 2020 | 15:45 WIB

Bisakah ODHA Hidup Dengan Normal? Ini Penjelasannya

Bisakah ODHA Hidup Dengan Normal? Ini Penjelasannya

Health | Jum'at, 11 Desember 2020 | 17:50 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB