Demi Lovato Sebut Gangguan Makan Sudah 'Mengalir' di Keluarganya, Bisakah?

Rabu, 30 Desember 2020 | 20:37 WIB
Demi Lovato Sebut Gangguan Makan Sudah 'Mengalir' di Keluarganya, Bisakah?
Demi Lovato (Lisa O'Connor / AFP)

Suara.com - Demi Lovato selama ini sangat terbuka dengan kondisi kesehatannya, terutama masalah pemulihan gangguan makan yang diidapnya sejak dulu.

Ia pernah mengatakan bahwa gangguan makan bulimia menurun di keluarganya. Demi pernah mengungkapkan bahwa ibunya mengidapnya.

"Nenekku menderita bulimia, ibuku juga mengidapnya, aku pun sama, dan mudah-mudahan anak-anakku tidak akan mengidapnya, tapi ini semacam kecanduan. Itu turun-temurun," jelasnya pada saat itu, dilansir dari Self.

Menurut Mayo Clinic, gangguan makan bulimia nervosa memang berpotensi menurun dalam keluarga karena genetik kemungkinan berperan.

Di sisi lain, psikolog klinis Alicia H. Clark mengatakan bahwa kelainan makan seperti bulimia sangat sensitif terhadap lingkungan.

Demi Lovato (Instagram/LLovato)
Demi Lovato (Instagram/LLovato)

Artinya, kata Clark, bahwa jika seseorang melihat orang-orang di sekitarnya menderita hal tersebut, maka orang tersebut lebih berisiko mengalaminya.

"Bumilia adalah tentang citra tubuh, mencoba mengendalikan impuls, dan mencoba menyesuaikan diri dengan standar citra tubuh yang tidak realistis," jelas Clark.

Menurut Clark, kemungkinan hal itulah yang menyebabkan sang penyanyi mengidap bulimia.

"Ini yang mungkin Demi pelajari dari melihat ibunya yang juga melihat dari ibunya. Menyaksikan orangtua terlibat dalam perilaku makan yang tidak teratur sangat berdampak karena anak perempuan berjuang untuk mempertahankan bentuk tubuh yang tidak realistis saat melewati masa remaja dan memiliki lekuk tubuh," jelasnya.

Baca Juga: Pandemi Virus Corona Covid-19 Pengaruhi Penderita Gangguan Makan

Spesialis gangguan makan dan citra tubuh Adrienne Ressler mengungkapkan bahwa gangguan makan sangat kompleks.

"Meski bulimia itu sendiri mungkin tidak diturunkan, masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan dapat diturunkan dan dapat menjadi faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami gangguan makan," imbuh Ressler.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI