Hubungan Seks setelah Usia 50 Tahun Justru Lebih Baik, Ini 4 Alasannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 04 Januari 2021 | 20:30 WIB
Hubungan Seks setelah Usia 50 Tahun Justru Lebih Baik, Ini 4 Alasannya!
Hubungan Seksual Saat Hamil. (Elements Envato)

Suara.com - Hubungan seks setelah menopause mungkin terdengar mustahil. Beberapa ahli juga memberi tahu bahwa dorongan seks akan menurun dan hormon akan mengering seiring bertambahnya usia.

Tapi, hubungan seks setelah usia 50 tahun justru lebih baik dan memberikan sensasi yang sama seperti masa muda.

Irwin Goldstein, direktur San Diego Sexual Medicine di Rumah Sakit Alvarado, mengatakan hubungan seks di usia 50 tahun adalah momen yang tepat. Karena, Anda tidak lagi terganggu dengan masa menstruasi, kehadiran anak-anak dan, bisa berhubungan di ruangan manapun.

"Kamu bisa memiliki kehidupan seks yang terhebat," jelas Irwin dikutip dari Health. Berikut beberapa alasan mengapa berhubungan seks saat menopause tak kalah menggairahkan.

Ilustrasi berhubungan seks (Unsplash/Becca Tapert)
Ilustrasi berhubungan seks (Unsplash/Becca Tapert)

1. Jangan khawatir kehamilan

Hubungan seks setelah usia 40 tahun memang menyenangkan, tapi Anda mungkin masih berusaha untuk mencegah kehamilan.

"Usia 40 hingga 50 tahun merupakan titik kecemasan bagi banyak wanita, karena Anda masih bisa hamil. Tapi, kekhawatiran itu akan hilang setelah menopause," kata Margaret E Wierman, seorang profesor kedokteran, fisiologi dan biofisika di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Colorado, di Denver.

2. Keinginan seks muncul kembali

Para ahli mengatakan penurunan hormon seiring bertambahnya usia bukan berarti Anda tidak menginginkan hubungan seks. Karena, keinginan berhubungan seksual setelah tidak mengonsumsi pil KB bisa muncul kembali.

Jika hasrat seksual menjadi masalah utama yang menghambat hubungan seks setelah menopause, Anda bisa mengatasinya dengan manajemen hormon yang tepat.

3. Pelumas

Perubahan hormonal seiring bertambahnya usia memang menyebabkan kekeringan vagina. Tapi. kondisi ini justru bisa membuat Anda lebih bereksperimen dan menemukan pengalaman yang baru.

Anda bisa menggunakan pelumas ketika berhubungan seks untuk mengatasi kekeringan vagina setelah menopause. Pelumas vagina dirancang untuk meningkatkan vasodilatasi dan kenikmatan seks.

4. Relaksasi

Ada beberapa data menunjukkan bahwa wanita cenderung tidak terlalu sibuk seiring bertambahnya usia. Kondisi ini bisa menjadi momen yang tepat untuk relaksasi sekaligus membantu meningkatkan fungsi seksual dan kinerja seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Lakukan Posisi Seks Woman On Top dan Terasa Sakit? Ketahui Sebabnya

Pernah Lakukan Posisi Seks Woman On Top dan Terasa Sakit? Ketahui Sebabnya

Bogor | Sabtu, 02 Januari 2021 | 21:00 WIB

Waspada, Pakai Air Liur untuk Pelumas saat Bercinta Justru Berbahaya!

Waspada, Pakai Air Liur untuk Pelumas saat Bercinta Justru Berbahaya!

Health | Jum'at, 01 Januari 2021 | 17:00 WIB

Endometriosis Buat Hubungan Seks Terasa Sakit, Coba 5 Posisi Seks Ini

Endometriosis Buat Hubungan Seks Terasa Sakit, Coba 5 Posisi Seks Ini

Health | Kamis, 31 Desember 2020 | 22:00 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB