Mutasi Virus Corona Bisa Menghindar dari Vaksin? Begini Penjelasan Ahli

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 07 Januari 2021 | 15:06 WIB
Mutasi Virus Corona Bisa Menghindar dari Vaksin? Begini Penjelasan Ahli
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Dua varian baru virus corona telah muncul, yaitu dari Inggris dan Afrika Selatan. Peneliti pun telah mengatakan bahwa jenis baru ini lebih menular daripada sebelumnya.

Bukti menunjukkan varian yang berasal dari Inggris tidak memengaruhi efektifitas vaksin Covid-19. Namun, peneliti khawatir dengan mutasi yang berasal dari Afrika Selatan.

Peneliti menduga varian baru dari Afrika Selatan membawa perubahan yang akan membantu virus, atau sebagian, 'lepas' dari kekebalan yang diberikan oleh vaksin.

Ini ada hubungannya dengan di mana perubahan tersebut terjadi, dan bagaimana pengaruhnya terhadap bentuk serta fungsi virus.

Semua vaksin Covid-19 yang saat ini beredar menargetkan protein lonjakan virus, struktur yang digunakannya untuk memasuki sel manusia.

Virus corona memasuki sel manusia dengan menempel pada ACE2 dan NRP-1 (YouTube/UniversityofBristol)
Virus corona memasuki sel manusia dengan menempel pada ACE2 dan NRP-1 (YouTube/UniversityofBristol)

"Protein ini kebetulan sangat penting sehingga selalu dilihat. Masuk akal bahwa sistem kekebalan kita akan difokuskan pada bagian terpenting virus," kata Buddy Creech, spesialis penyakit menular anak di Vanderbilt University Medical Center yang membantu memimpin uji klinis vaksin virus corona.

Virus yang bermutasi dengan mengubah tampilan protein lonjakan dapat membantu patogen ini bersembunyi dari dua sistem kekebalan, antibodi yang akan menempel pada virus dan menghentikannya menempel ke sel, serta sel T yang akan menyerang virus.

"Mungkin ada mutasi pada protein lonjakan yang berubah dengan cara yang membuat antibodi tidak (bekerja) sebaik itu. (Tapi) Kami belum melihat itu terjadi," sambungnya, dilansir CNN.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Inilah yang dikhawatirkan pada varian baru dari Afrika Selatan. Peneliti menemukan ada mutasi di satu tempat tertentu pada protein lonjakan, disebut E484 oleh ahli genetika virus, yang memengaruhi apakah sistem kekebalan dapat menetralkan virus.

Beberapa penelitian menemukan mutasi itu dapat mengurangi aktivitas netralisasi sebanyak 10 kali lipat.

Tetapi respons sistem kekebalan manusia yang kompleks mungkin masih memungkinkannya memblokir virus di bagian lain, tidak hanya pada protein lonjakan.

"Sistem kekebalan manusia rumit, dan kemungkinan besar sebagian besar dari kita memiliki antibodi terhadap berbagai sasaran. Sepertinya varian ini tidak akan berdampak besar pada respons vaksin," jelas Scott Hensley, pakar imunologi dan biologi molekuler di University of Pennsylvania.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virolog Ungkap Dampak Mengerikan dari Mutasi Virus Corona

Virolog Ungkap Dampak Mengerikan dari Mutasi Virus Corona

Health | Kamis, 07 Januari 2021 | 11:46 WIB

Terus Mutasi, Sebenarnya Ada Berapa Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19?

Terus Mutasi, Sebenarnya Ada Berapa Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19?

Health | Kamis, 07 Januari 2021 | 10:50 WIB

Muncul Mutasi Corona di Afrika dan Inggris, Simak 5 Fakta Penting Ini

Muncul Mutasi Corona di Afrika dan Inggris, Simak 5 Fakta Penting Ini

Health | Rabu, 06 Januari 2021 | 16:49 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB