Studi: Tingkatkan Olahraga di Paruh Baya Bisa Jaga Kesehatan Otak Masa Tua

Jum'at, 08 Januari 2021 | 15:00 WIB
Studi: Tingkatkan Olahraga di Paruh Baya Bisa Jaga Kesehatan Otak Masa Tua
Ilustrasi olahraga. (Elements Envato)

Suara.com - Memperbanyak aktivitas fisik di usia paruh baya bisa melindungi kesehatan otak di masa tua. Hal ini dinyatakan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Neurology.

Melansir dari Medicalxpress, para peneliti mengamati 1.604 relawan untuk melihat apakah ada hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kesehatan otak di kemudian hari. Kategori paruh baya bisa berkisar antra 35 hingga 55 tahun.

Para relawan melaporkan berapa banyak latihan yang mereka lakukan pada awal penelitian dan 25 tahun kemudian. Tim peneliti mengkategorikan jumlah latihan yang dilakukan para relawan.

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pemindaian otak MRI pada relawan di kemudian hari untuk mencari tanda-tanda kesehatan otak yang lebih buruk termasuk adanya jenis kerusakan otak yang dikenal sebagai lesi serebrovaskular dan penyusutan otak. Kemudian mereka mengaitkan aktivitas fisik paruh baya tingkat tinggi, lebih dari 150 menit per minggu dengan kesehatan otak yang lebih baik di kemudian hari.

"Penelitian ini menambah bukti yang menunjukkan bahwa olahraga sebagai cara penting untuk menjaga kesehatan otak kita," ujar  Dr. Sara Imarisio, kepala penelitian di Alzheimer's Research UK.

"Tingkat aktivitas fisik paruh baya yang tinggi dikaitkan dengan lebih sedikit tanda-tanda kerusakan otak. Mereka yang berolahraga lebih sering memiliki lebih sedikit kerusakan pada pembuluh darah kecil yang menyebar melalui otak," imbuhnya.

Ilustrasi olahraga. (Shutterstock)
Ilustrasi olahraga. (Shutterstock)

Menurut Imarisio, penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat mempengaruhi kesehatan otak di mana sebagian besar melalui efek pada suplai darah.

"Bukti terbaik saat ini menunjukkan bahwa selain tetap aktif secara fisik dan mental, makan makanan seimbang yang sehat, tidak merokok, serta minum dalam batas yang disarankan dan menjaga berat badan adalah cara yang baik untuk mendukung otak yang sehat seiring bertambahnya usia," ujar Imarisio.

Baca Juga: Cukup di Rumah Aja, 5 Olahraga Ini Cocok untuk Lansia agar Tetap Bugar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI