Ini Penjelasan Dokter Terkait 'Positif Corona Sehari' Seperti Maia Estianty

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:11 WIB
Ini Penjelasan Dokter Terkait 'Positif Corona Sehari' Seperti Maia Estianty
Maia Estianty melakukan swab test. [Instagram]

Suara.com - Musisi Maia Estianty sempat dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada pertengahan Desember 2020 lalu.

Saat itu Maia mengaku tidak mengalami gejala apa pun dan hanya menjalani isolasi mandiri di kediamannya.

Sehari setelah dinyatakan positif Covid-19, ibu tiga anak itu kembali memperoleh hasil swab PCR dan dinyatakan negatif Covid-19.

"Aku sampai 'wow cepat sekali'. Apakah imunku emang imun superman hingga bikin virusnya cuma mampir doang dan gak menginfeksi diriku sehingga langsung mati virusnya," kata Maia dalam video yang diunggahnya di YouTube beberapa waktu lalu.

Penyanyi Maia Estianty saat perilisan album barunya bertajuk 'Masterpiece' di Kawasan Kemanag, Jakarta Selatan, Selasa (24/11). [Suara.com/Alfian Winanto]
Penyanyi Maia Estianty saat perilisan album barunya bertajuk 'Masterpiece' di Kawasan Kemanag, Jakarta Selatan, Selasa (24/11). [Suara.com/Alfian Winanto]

Apa yang terjadi dengan Maia, tentu saja menuai tanggapan publik yang beragam. Beberapa di antaranya mengaku bingung.

Lainnya lagi percaya bahwa virus corona dapat mati dalam waktu singkat,  sementara sisanya menyangsikan hasil tes PCR yang dijalani Maia.

Lalu, bagaimana komentar dokter penyakit dalam, pakar kesehatan, akademisi sekaligus profesor dari Fakulatas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof dr. Ari Fahrial Syam?

Berbicara kepada Suara.com, lelaki yang juga menjabat sebagai Dekan FKUI tersebut mengatakan bahwa secara teori ilmu kedokteran, infeksi Covid-19 tidak mungkin bertahan hanya satu hari.

Menurutnya, kemungkinan yang terjadi justru tes PCR Covid-19 yang dijalani Maia terjadi false positif atau juga false negatif.

"Kalau secara teori, tidak ada yang (sembuh) secepat itu," imbuhnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (8/1/2021).

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu juga menjelaskan bahwa pengecekan antibodi terhadap pasien Covid-19 dilakukan per minggu. Hal itu lantaran cara kerja obat yang diminum tidak bisa langsung berdampak pada tubuh. 

"Obat itu juga rata-rata kerjanya lima hari. Rata-rata dosis obatnya diberikan untuk lima hari. Cuma yang jadi pertanyaan kok, hari ketiga kenapa diperiksa lagi. Apa masih meragukan pemeriksaan pertama," tuturnya. 

Sementara itu, terkait imunitas, Ari menyampaikan jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang baik, maka besar kemungkinan saat tes PCR virus tidak terdetekai dan hasilnya negatif.

"Jadi artinya banyak faktor. Bisa saja ambil sampelnya gak pas, yang gak keambil virusnya, bisa juga. Atau memang virusnya belum banyak, jadi yang keambil juga belum banyak. Jadi itu masih bisa apa pun faktornya," ucapnya.

"Prinsipnya kalau imunnya baik dia gak kena infeksi. Mungkin dia terpapar virus tapi daya tahan tubuhnya bagus, dia tidak positif," kata Ari lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Sinovac Halal, Tapi Belum Tentu Aman Digunakan

Vaksin Sinovac Halal, Tapi Belum Tentu Aman Digunakan

Bali | Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:07 WIB

MUI Sebut Vaksin Sinovac Halal, Tapi Fatwa Utuh Tunggu Penjelasan BPOM

MUI Sebut Vaksin Sinovac Halal, Tapi Fatwa Utuh Tunggu Penjelasan BPOM

Kaltim | Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:05 WIB

Dicap Halal, MUI Tunggu BPOM soal Penggunaan Vaksin Sinovac Asal China

Dicap Halal, MUI Tunggu BPOM soal Penggunaan Vaksin Sinovac Asal China

Jakarta | Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:04 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB