Dikenal Sehat, Ahli Malah sebut Minyak Kelapa Punya Dampak Buruk

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 11 Januari 2021 | 15:29 WIB
Dikenal Sehat, Ahli Malah sebut Minyak Kelapa Punya Dampak Buruk
Ilustrasi minyak kelapa. (Shutterstock)

Suara.com - Pada tahun 2018, seorang profesor Harvard telah mempertanyakan manfaat kesehatan dari minyak kelapa. Ia menyatakan bahwa minyak kelapa sama buruknya bagi kesejahteraan Anda, bahkan bisa jadi racun.

Klaim tersebut dibuat oleh Dokter Karin Michels, profesor di Harvard TH Chan School of Public Health dan direktur Institut Pencegahan dan Epidemiologi Tumor di Universitas Freiburg. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan umum bahwa minyak kelapa baik untuk kesehatan.

Melansir dari Independent, tahun 2020 American Heart Association memperbarui pedomannya sehubungan dengan asam lemak jenuh yang ditemukan dalam minyak kelapa. Mereka menyarankan agar orang-orang harus mengganti lemak jenuh dalam makanan mereka dengan lemak tak jenuh sebagai gantinya untuk menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Menurut Dokter Michels, mengonsumsi minyak kelapa jauh lebih merugikan daripada lemak babi karena minyak kelapa sebagian besar terdiri dari asam lemak jenuh.

Meski Dokter Michels jelas sangat percaya pada efek negatif minyak kelapa, namun British Heart Foundation menyatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian tentang berbagai jenis asam lemak, terlepas dari kenyataan bahwa pedoman di Inggris saat ini menyarankan untuk menukar lemak jenuh dengan lemak tak jenuh jika memungkinkan.

Sebelumnya, beberapa orang percaya bahwa minyak kelapa dapat digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer, meskipun Organisasi Alzheimer di Inggris menyatakan bahwa tidak ada cukup bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Ilustrasi minyak kelapa. (pixabay.com/@moho01)
Ilustrasi minyak kelapa. (pixabay.com/@moho01)

"Baru belakangan ini Inggris menjadi gila minyak kelapa, dengan begitu banyak manfaat kesehatan yang diklaim dari sifat meningkatkan kekebalan hingga dipuji sebagai pengobatan untuk penyakit Alzheimer," kata Lily Soutter, ahli gizi terkemuka di London kepada The Independent.

"Namun, kita harus ingat bahwa minyak kelapa hampir semuanya adalah lemak jenuh dan jika dikonsumsi bersamaan dengan diet tinggi lemak jenuh, Anda mungkin mengonsumsi lebih dari 20 gram yang direkomendasikan pemerintah untuk wanita dan 30 gram untuk pria per hari," imbuhnya.

Meski begitu, Soutter menyatakan tak ada salahnya mengonsumsi minyak kelapa selagi masih dalam jumlah sedang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Minyak Kelapa untuk Urusan Rumah

5 Manfaat Minyak Kelapa untuk Urusan Rumah

Lifestyle | Minggu, 15 Desember 2019 | 16:00 WIB

Cegah Infeksi hingga Atasi Kejang, Ini Sederet Manfaat Minyak Kelapa

Cegah Infeksi hingga Atasi Kejang, Ini Sederet Manfaat Minyak Kelapa

Health | Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:40 WIB

Minyak Kelapa Sawit Dianggap Membahayakan Kesehatan, Apa Kata BPOM?

Minyak Kelapa Sawit Dianggap Membahayakan Kesehatan, Apa Kata BPOM?

Health | Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:07 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB