Disuntik Vaksin Covid-19 Bisa Langsung Kebal? Ini Kata Guru Besar FKUI

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 11 Januari 2021 | 17:10 WIB
Disuntik Vaksin Covid-19 Bisa Langsung Kebal? Ini Kata Guru Besar FKUI
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Vaksin disebut menjadi salah satu strategi efektif mencegah penularan Covid-19 dengan pembentukan antibodi dalam tubuh. Meski begitu, penerima vaksin perlu mengetahui bahwa antibodi tidak langsung terbentuk begitu vaksin disuntikan. 

"Secara teori harus di booster, 3 minggu, 4 minggu. Ya mungkin sebulan setelah itu baru terbentuk," jelas dokter spesialis penyakit dalam prof. dr. Ari Fahrial Syam. Sp. PD., saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu. 

Masa pembentukan antibodi Covid-19 dalam tubuh juga bisa berbeda-beda setiap merek vaksin, lanjut Prof Ari. Hal itu bergantung dari riset yang dilakukan pengembang vaksin juga terhadap imunitas orang yang divaksinasi.

Karena itulah orang yang divaksinasi harus dalam kondisi sehat. Ari mengatakan, imunitas yang terganggu saat mendapatkan vaksinasi dampaknya bisa mempengaruhi efektivitas kerja vaksin dalam menangkal virus.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

"Betul (efektifitas vaksin tiap orang berbeda sekalipun jenis vaksin sama). Artinya, teorinya dulu secara umum efektifitasnya dinyatakan di atas 90 persen. Tapi kalau kebetulan kita termasuk yang 90 persen, kita kebal. Tapi kalau kena yang 5 persen (imunitas sedang buruk), kita gak kebal jadinya," terang guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Ia mencontohkan, pasien autoimun termasuk kelompok orang yang tidak diizinkan mendapat vaksin. Kondisi itu lantaran, penyakit autoimun sendiri telah membuat sistem imunitas seseorang terganggu. Sehingga vaksin yang disuntikan akan sia-sia. 

"Percuma gak terbentuk antibodinya," kata Ari.

"Prinsipnya kita jaga fisik sehat saja kalau mau divaksin. Kalau lagi sakit akut, kita gak boleh disuntik. Alergi juga gak masalah (divaksin), kecuali kalau alergi obat itu harus disampaikan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siak Dapat 2.185 Dosis, Dokter Ini Siap Jadi Orang Pertama yang Divaksin

Siak Dapat 2.185 Dosis, Dokter Ini Siap Jadi Orang Pertama yang Divaksin

Riau | Senin, 11 Januari 2021 | 14:59 WIB

Pukul 15.00 WIB, BPOM Umumkan Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac

Pukul 15.00 WIB, BPOM Umumkan Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac

Bogor | Senin, 11 Januari 2021 | 14:47 WIB

Menkes Budi: Ada Sedikit Berita Baik, 15 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba Besok

Menkes Budi: Ada Sedikit Berita Baik, 15 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba Besok

News | Senin, 11 Januari 2021 | 14:12 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB