Viral Tagar #TolakDivaksinSinovac, Kemenkes Akan Gandeng KOL Untuk Edukasi

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 12 Januari 2021 | 12:12 WIB
Viral Tagar #TolakDivaksinSinovac, Kemenkes Akan Gandeng KOL Untuk Edukasi
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Media sosial ramai dengan tagar #TolakDivaksinSinovac. Dalam penelusuran Suara.com, banyak warganet yang menolak vaksin tersebut karena menilai tingkat efikasinya yang rendah.

"Vaksin Sinovac sangat rendah efektivitasnya yg cuma 65,3 persen dalam mencegah Covid19 dibanding merk lain yg bisa 90-95 persen. Inilah alasan knp masyarakat ada yg #TolakDivaksinSinovac," demikian tulis akun @demokrasiambyar.

Bahkan twit tersebut juga menjadi viral dengan mendapat lebih dari seribu like dan juga diretweet sebanyak 431 kali saat berita ini dituliskan.

Menanggapi hal tersebut, Jubir Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Indonesia, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap konsisten melakukan edukasi. Demikian kata Nadia saat dihubungi Suara.com, Selasa, (12/1/2021).

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

Nadia juga mengatakan bahwa pihak pemerintah akan menggandeng Key Opinion Leader (Key Opinion Leader) atau para ahli melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi. Adapun KOl yang dimaksud antara lain, Ketua organisasi profesi, ormas atau Ketua Itagi.

Meski demikian, Nadia mengatakan bahwa mereka yang menolak vaksin sampai saat ini tidak akan dikenakan sanksi pidana.

"Sampai saaat ini kita tetap persuasif dan mengutamakan edukasi. Tapi kalu menyebarluaskan info yang tidak benar melalui medsos tentunya akan terkait Undang-undang ITE.

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny K. Lukito, Senin (11/1/2021) kemarin, hasil analisis uji klinis terhadap efikasi di Bandung menunjukkan angka sebesar 65,3 persen.

"Dan berdasarkan laporan dari efikasi vaksin di Turki adalah sebesar 91,25 persen serta di Brasil sebesar 78 persen," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito melanjutkan.

baca juga

Meski efikasi dari Indonesia cenderung lebih rendah dibanding uji klinis negara lain untuk mendapat izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA), namun angka tersebut dianggap telah memenuhi ambang batas minimal efikasi dari organisasi kesehatan dunia WHO yaitu sebesar 50 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes: Butuh 426 Juta Vaksin Corona untuk 181 Juta Penduduk Indonesia

Menkes: Butuh 426 Juta Vaksin Corona untuk 181 Juta Penduduk Indonesia

News | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:08 WIB

Besok Vaksinasi Covid-19: Tubuh Butuhkan Waktu Ciptakan Antibodi

Besok Vaksinasi Covid-19: Tubuh Butuhkan Waktu Ciptakan Antibodi

Surakarta | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:07 WIB

Indonesia Mulai Vaksinasi Covid-19 Besok

Indonesia Mulai Vaksinasi Covid-19 Besok

Jawa Tengah | Selasa, 12 Januari 2021 | 12:03 WIB

Terkini

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:50 WIB

×