Kesedihan Biasa dan Depresi Itu Berbeda, Berikut 6 Tandanya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 16 Januari 2021 | 19:35 WIB
Kesedihan Biasa dan Depresi Itu Berbeda, Berikut 6 Tandanya
Ilustrasi Depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Sedih memang bagian emosi yang wajar pada manusia. Namun apa yang dikira hanya kesedihan biasa, ternyata bisa menjadi tanda depresi.

"Kesedihan adalah perasaan dan depresi adalah penyakit," kata konselor Julienne B. Derichs, LCPC kepada Bustle.

Kesedihan umumnya bersifat sementara sedangkan depresi dapat memengaruhi hidup, tingkat energi, dan lain sebagainya.

"Jika seseorang mengalami gejala ini hampir setiap hari selama lebih dari dua minggu, mereka sangat dianjurkan untuk mencari konseling dan pengobatan depresi," imbuhnya.

Melansir dari Bustle berikut beberapa tanda bahwa kesedihan Anda ternyata adalah bentuk depresi, antara lain:

1. Tidak Dipicu Oleh Sesuatu yang Eksternal

Ketika hidup membuat Anda kesal. seperti bertengkar dengan teman atau bahkan hanya hari yang buruk di tempat kerja, Anda mungkin akan merasa sedih.

"Merupakan hal yang normal untuk mengalami kesedihan saat Anda menghadapi situasi yang membuat Anda kecewa," ujar psikoterapis dan pakar kesehatan mental Marline Francois, LCSW mengatakan kepada Bustle.

Sementara depresi bisa muncul dengan sendirinya tanpa sebab eksternal. Jika Anda dapat mendeskripsikan mengapa Anda merasa sedih, kemungkinan itu adalah reaksi standar terhadap situasi, bukan depresi.

2. Merasa Tidak Mampu Menanganinya

Saat depresi, emosi Anda mungkin terasa luar biasa. "Kesedihan dapat menyebabkan perubahan suasana hati, tetapi depresi akan menyebabkan tekanan psikologis," kata Francois.

"Kesedihan hanyalah salah satu gejala depresi, tapi depresi akan memengaruhi kesejahteraan emosional Anda," imbuhnya.

3. Kesulitan Menyelesaikan Pekerjaan

Saat sedih, Anda masih bisa mengurus pekerjaan sehari-hari. "Kesedihan tidak menghalangi tugas dan kewajiban hidup," kata Derichs.

"Depresi menghalangi aktivitas normal sehari-hari dan biasanya menyebabkan perubahan dalam tidur, nafsu makan, tingkat energi, dan suasana hati," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Overthinking Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Awas! Overthinking Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Batam | Kamis, 14 Januari 2021 | 20:23 WIB

Studi: Depresi dan Stres Mungkin Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin

Studi: Depresi dan Stres Mungkin Bisa Turunkan Efektivitas Vaksin

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 19:40 WIB

Jalan-Jalan di Alam Seminggu Sekali Bisa Atasi Stres akibat Pekerjaan!

Jalan-Jalan di Alam Seminggu Sekali Bisa Atasi Stres akibat Pekerjaan!

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 16:44 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB