Tidak Sengaja Menelan Permen Karet, Benarkah akan Menyumbat Usus?

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah
Tidak Sengaja Menelan Permen Karet, Benarkah akan Menyumbat Usus?
Ilustrasi mengunyah permen karet (Foto: shutterstock)

Lalu, apa yang terjadi pada permen karet saat berada di dalam usus?

Suara.com - Pernahkah Anda memiliki pengalaman menelan permen karet tanpa disengaja? Kejadian seperti ini memang membuat panik, terlebih ketika ada mitos permen karet akan menempel di perut selama bertahun-tahun.

Meski tidak dapat memecah permen karet dengan cara yang sama seperti saat mengurai makanan lain, sistem pencernaan akan menggerakkannya melewati usus dan mengeluarkannya 40 jam kemudian.

Namun, menelan permen karet dalam jumlah besar dapat menjadi masalah karena bisa menimbulkan penyumbatan saluran pencernaan.

Penyumbatan paling mungkin terjadi jika permen karet tertelan bersama benda asing seperti koin, atau dengan bahan yang tidak dapat dicerna seperti biji bunga matahari.

Baca Juga: Cara Mengatasi Asam Lambung Tanpa Obat, Ini 7 Hal yang Harus Dilakukan

Melansir Kids Health, anak-anak lebih mungkin mengalami permen karet tertelan karena mereka mungkin belum memahami bahwa permen karet seharusnya dikunyah, bukan ditelan.

Seorang perempuan sedang meniup permen karet. [shutterstock]
Seorang perempuan sedang meniup permen karet. [shutterstock]

Lalu, apa yang terjadi pada permen karet saat berada di dalam usus?

Permen karet terbuat dari bahan alami atau sintetis (getah resin), pengawet, perasa, dan pemanis. Tubuh bisa menyerap pemanis, seperti gula dan bisa menambah banyak kalori jika seseorang terlalu banyak mengunyah permen karet.

Tetapi saluran pencernaan tidak dapat mencerna resin permen karet. Bahan ini digerakkan melalui saluran pencernaan dengan tindakan mendorong (peristaltik) normal di usus.

Kemudian, permen karet akan dikeluarkan secara utuh saat buang air besar.

Baca Juga: 3 Bahaya Konsumsi Kubis Berlebihan untuk Kesehatan, Penting Diwaspadai!

Anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi permen karet sampai mereka benar-benar memahami bahwa ini bukanlah jenis permen yang ditelan.

Pada usia lima tahun, kebanyakan anak akan memahami bahwa permen karet berbeda dengan permen biasanya, yang tidak dapat ditelan.