Jangan Makan Apel Lebih dari 2 Kali Sehari, Ini 6 Efek Sampingnya!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 21 Januari 2021 | 15:34 WIB
Jangan Makan Apel Lebih dari 2 Kali Sehari, Ini 6 Efek Sampingnya!
Buah apel. (Shutterstock)

Suara.com - Apel salah satu buah yang memiliki sejumlah nutrisi, termasuk vitamin C, serat dan kalium. Semua nutrisi dalam apel ini bermanfaat untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi rutin.

Umumnya, seseorang bisa makan satu hingga dua buah apel sehari. Jika Anda mengonsumsi apel lebih dari itu, Anda bisa mengalami beberapa efek samping yang berbahaya dan tidak nyaman.

Berikut ini dilansir dari Times of India, 6 efek buruk terlalu banyak makan apel dalam sehari.

Buah apel. (Shutterstock)
Buah apel. (Shutterstock)

1. Masalah pencernaan

Serat memang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, tapi terlalu banyak serat bisa menyebabkan kembung dan sembelit.

Umumnya, orang membutuhkan antara 20 hingga 40 gram serat per hari, tergantung pada usia dan jenis kelamin mereka. Sedangkan, asupan serat di atas 70 gram sudah tergolong berlebihan.

Meskipun apel tinggi serat, Anda juga perlu memikirkan asupan serat dari makanan lainnya. Karena, makan 2 apel sehari bisa menyebabkan beberapa masalah pencernaan serius.

2. Fluktuasi kadar gula darah

Apel yang kaya karbohidrat bisa membantu memberikan banyak energi sehingga bagus untuk dikonsumsi sebelum olahraga. Selain itu, apel juga memberikan rasa bahagia karena membantu melepaskan neurotransmiter seperti serotonin.

Tapi, makan terlalu banyak apel bisa menyebabkan lonjakan gula darah karena kaya karbohidrat. Bagi penderita diabetes, terlalu banyak gula dalam bentuk buah-buahan pun bisa memperburuk sensitivitas insulin.

3. Terlalu banyak peptisida

Apel menempati urutan teratas buah dan sayuran dengan residu peptisida tertinggi. Diphenylamine adalah pestisida yang biasa ditemukan pada apel. Artinya, makan apel terlalu banyak dapat menyebabkan asupan bahan kimia yang terlalu banyak.

lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)
lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)

4. Menambah berat badan

Apel penuh dengan karbohidrat yang memberi Anda energi instan. Tapi, terlalu banyak makan apel bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Karena, makan terlalu banyak apel bisa membatasi tubuh Anda dari pembakaran lemak saat untuk menurunkan berat badan.

5. Merusak gigi

Apel adalah buah yang bersifat asam, sehingga terlalu banyak mengonsumsinya bisa merusak gigi. Anda dapat menghindari hal ini dengan mengunyah apel menggunakan gigi belakang atau camilan. Tapi, selama Anda tidak berlebihan atau makan apel cukup sekali sehari tidak akan merusak gigi.

6. Tekanan ekstra pada usus

Apel tidak dianjurkan untuk orang yang sering mengalami kembung atau memiliki masalah lambung. Apel memiliki peringkat lebih tinggi dalam makanan yang mengandung gula dan sulit dicerna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Samping Statin, Ini Tanda-tanda Masalahnya Pada Sistem Pencernaan

Efek Samping Statin, Ini Tanda-tanda Masalahnya Pada Sistem Pencernaan

Health | Rabu, 20 Januari 2021 | 16:13 WIB

Wagub Jakarta: Sejauh Ini Vaksin Covid-19 Tidak Ada Efek Samping

Wagub Jakarta: Sejauh Ini Vaksin Covid-19 Tidak Ada Efek Samping

News | Selasa, 19 Januari 2021 | 23:36 WIB

Fobia Jarum Suntik, Alasan Dokter Ini Tetap Nekat Divaksin Bikin Trenyuh

Fobia Jarum Suntik, Alasan Dokter Ini Tetap Nekat Divaksin Bikin Trenyuh

Surakarta | Selasa, 19 Januari 2021 | 21:59 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB