Ahli Temukan Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Picu Infeksi Ulang

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 24 Januari 2021 | 15:30 WIB
Ahli Temukan Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan Picu Infeksi Ulang
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan dianggap telah menyebabkan lonjakan kasus di beberapa negara.

Sebuah studi baru pun menemukan varian baru virus corona Covid-19 yang muncul di Afrika Selatan berhasil lolos dari antibodi penawar milik pasien Covid-19 yang pulih.

Selain itu, varian baru virus corona Inggris dan Afrika Selatan ini nampaknya lebih menular daripada jenis sebelumnya. Para ilmuwan juga mengklaim bahwa varian virus corona Afrika Selatan bisa menyebabkan beberapa hambatan dalam keefektifan vaksin Covid-19.

Dilansir dari Times of India, Varian baru virus corona Afrika Selatan yang dikenal dengan nama 501Y.V2 adalah strain SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19.

Varian baru virus corona ini muncul ke permukaan di wilayah metropolitan Nelson Mandela Bay di provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Strain baru virus corona ini mencakup mutasi genetik pada lonjakan protein yang bisa menyebabkan penyebaran virus secara cepat dan mudah. Protein lonjakan inilah yang menyebabkan virus corona masuk ke dalam sel manusia.

Menurut para ilmuwan, varian tersebut dapat memasuki sel manusia lebih mudah karena tiga mutasi pada reseptor-binding domain (RBD) pada lonjakan glikoprotein virus.

Sedangkan, studi baru yang diterbitkan dalam bioRxiv, menemukan 501Y.V2 memiliki mutasi pada sembilan bagian protein lonjakannya, yang membuatnya lebih efisien dalam memasuki dan menginfeksi sel manusia.

Setelah mengambil sampel antibodi penawar dari pasien Covid-19 yang pulih, para peneliti mengujinya terhadap varian baru virus corona.

Mereka menyimpulkan bahwa 21 dari 44 sampel tidak memiliki aktivitas penetralan yang terdeteksi terhadap varian ini. Menurut para ilmuwan, virus mutan menunjukkan pelarian yang substansial atau lengkap dari antibodi penawar dalam plasma pemulihan Covid-19.

Secara lebih lanjut, para ilmuwan menyoroti peningkatan kemungkinan infeksi ulang. Meski begitu, penelitian tersebut telah mengklaim bahwa varian baru virus corona menunjukkan penurunan kemanjuran pada vaksin yang berbasis lonjakan sekarang ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awalnya Dikira Alergi, Balita 1,5 Tahun Ini Positif Virus Corona Covid-19

Awalnya Dikira Alergi, Balita 1,5 Tahun Ini Positif Virus Corona Covid-19

Health | Minggu, 24 Januari 2021 | 09:11 WIB

Ahli Sebut Klaim Varian Baru Virus Corona Lebih Mematikan Terlalu Dini

Ahli Sebut Klaim Varian Baru Virus Corona Lebih Mematikan Terlalu Dini

Health | Minggu, 24 Januari 2021 | 08:38 WIB

Waduh! Varian Baru Virus Corona Inggris Disebut 70 Persen Mudah Menular

Waduh! Varian Baru Virus Corona Inggris Disebut 70 Persen Mudah Menular

Tekno | Minggu, 24 Januari 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB