Studi: Omega-3 Dalam Darah Pengaruhi Risiko Kematian Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 26 Januari 2021 | 19:12 WIB
Studi: Omega-3 Dalam Darah Pengaruhi Risiko Kematian Covid-19
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan Omega-3 dalam darah yang lebih tinggi berpengaruh pada penurunan risiko kematian akibat Covid-19. Hal ini dinyatakan oleh studi para peneliti dari Fatty Acid Research Institute (FARI) dan kolaborator di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles dan di Orange County.

Melansir dari Medicalxpress, penelitian tersebut telah diterbitkan di jurnal Prostaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids pada 20 Januari 2021.

Ada beberapa makalah dalam literatur medis yang berhipotesis bahwa asam lemak omega-3 seharusnya memiliki efek menguntungkan pada pasien dengan infeksi Covid-19. Tetapi hingga saat ini, belum ada penelitian peer-review dipublikasikan yang mendukung hipotesis tersebut.

Studi ini melibatkan 100 pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 yang sampel darahnya telah disimpan. Hasil klinis untuk pasien ini diperoleh dan darah dianalisis untuk melihat Indeks Omega-3 (O3I, tingkat EPA + DHA membran sel darah merah) di OmegaQuant Analytics (Sioux Falls, SD). Empat belas pasien meninggal dalam penelitian ini.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

"Meskipun tidak memenuhi ambang batas signifikansi statistik standar, studi percontohan ini  bersama dengan beberapa bukti terkait efek antiinflamasi EPA dan DHA sangat menyarankan bahwa asam lemak laut yang  bernutrisi ini dapat membantu mengurangi risiko hasil buruk pada pasien Covid-19," kata Arash Asher, MD, penulis utama studi tersebut.

Respons peradangan yang berlebihan atau badai sitokin adalah mediator mendasar penyakit Covid-19 yang parah.

Dalam hal ini, asam lemak omega-3 (DHA dan EPA) memiliki aktivitas antiinflamasi yang kuat dan studi percontohan ini memberikan bukti sugestif bahwa asam lemak ini dapat meredam badai sitokin akibat Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemakaman Covid-19 Jakarta Kini Hanya Ada di Bambu Apus dan Tegal Alur

Pemakaman Covid-19 Jakarta Kini Hanya Ada di Bambu Apus dan Tegal Alur

News | Selasa, 26 Januari 2021 | 18:57 WIB

Indonesia Tembus Sejuta Kasus Covid-19, Singapura dan Filipina Bagaimana?

Indonesia Tembus Sejuta Kasus Covid-19, Singapura dan Filipina Bagaimana?

Health | Selasa, 26 Januari 2021 | 18:51 WIB

Divaksin Covid 19, Bupati Muba Dodi Reza: Saya Malah Lapar

Divaksin Covid 19, Bupati Muba Dodi Reza: Saya Malah Lapar

Sumsel | Selasa, 26 Januari 2021 | 18:43 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB