Rekomendasi WHO Untuk Pasien Covid: Sediakan Alat Pengukur Oksigen di Rumah

Rabu, 27 Januari 2021 | 09:36 WIB
Rekomendasi WHO Untuk Pasien Covid: Sediakan Alat Pengukur Oksigen di Rumah
Ilustrasi alat pengukur oksigen, oksimeter (Unsplash)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengeluarkan saran klinis baru dalam merawat pasien Covid-19. Terutama untuk pasien Covid yang menjalani isolasi mandiri di rumah, WHO menyarankan agar menyediakan alat pengukur oksigen.

Pasien juga disarankan dalam posisi tengkurap untuk meningkatkan aliran oksigen.

"Pasien Covid-19 di rumah harus menggunakan oksimetri nadi yang mengukur kadar oksigen. Sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah kondisi pasien di rumah memburuk dan akan lebih baik dirawat di rumah sakit," kata juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan pada briefing PBB di Jenewa.

Selain kekurangan oksigen, pasien Covid-19 mulai dari gejala sedang juga bisa alami pembekuan darah dan sudah seharusnya dirawat di rumah sakit. Karenanya, WHO menyarankan agar pasien menggunakan anti-koagulan dosis rendah untuk mencegah pembekuan darah. Saran itu juga berlaku untuk pasien Covid-19 yang sudah tetapi masih mengalami sisa gejala.

"Juga kami menyarankan penggunaan anti-koagulen dosis rendah untuk mencegah pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah. Kami menyarankan penggunaan dosis yang lebih rendah daripada dosis yang lebih tinggi karena dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan masalah lain," kata Harris.

Dalam kesempatan yang sama, Harris juga menyampaikan perkembangan mengenai kunjungan WHO ke Wuhan, China.

Ia mengatakan bahwa tim ahli independen dipimpin WHO, yang saat ini berada di kota Wuhan, China, akan meninggalkan karantina dalam dua hari ke depan untuk melanjutkan pekerjaannya dengan para peneliti.

Dia melakukan penelitian dalam pembelajaran kolaboratif yang didukung komputer, analitik pembelajaran, dan pembelajaran seluler.

Dia menolak mengomentari laporan penundaan peluncuran vaksin di Uni Eropa. Juga menyatakan tidak memiliki data spesifik dan prioritas WHO adalah agar petugas kesehatan di semua negara divaksinasi dalam 100 hari pertama tahun ini.

Baca Juga: Melejit! Kota Bogor Sumbang Pasien COVID-19 Terbanyak di Jabar

AstraZeneca, yang mengembangkan usahanya dengan Universitas Oxford, mengatakan kepada Uni Eropa pada Jumat (22/1) bahwa mereka tidak dapat memenuhi target pasokan yang disepakati hingga akhir Maret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI