Ahli dari China Sebut India Bisa Menjadi 'Base Camp' Virus Corona Global

Rabu, 27 Januari 2021 | 17:14 WIB
Ahli dari China Sebut India Bisa Menjadi 'Base Camp' Virus Corona Global
Ilustrasi Herd Immunity. [Shutterstock]

Suara.com - Para ahli China yakin bahwa India saat ini mengalami kapasitas pengendalian virus corona yang tidak memadai. Negara tersebut bahkan disebut bisa menjadi 'base camp' global untuk virus jika situasinya berlanjut setelah pembatasan dibuka kembali.

Respons ini muncul setelah media India mengaku lega dengan tingginya tingkat antibodi virus corona pada populasi di New Delhi, yang menurut mereka selangkah lebih dekat untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan, lapor Global Times.

"Jika India tidak dapat mendeteksi dan merawat pasien virus corona dengan cepat, negara itu bisa menjadi base camp untuk virus corona baru dan menyebarkan virus ke seluruh dunia ketika pembatasan antar negara dibuka kembali," kata seorang ahli imunologi yang berbasis di Beijing, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, Selasa (26/1/2021).

Sang ahli imunologi tersebut menambahkan bahwa kekebalan kawanan yang dipuji media India tidak manusiawi karena mengorbankan nyawa.

Ia mencatat bahwa India mungkin tidak akan mudah mencapai herd immunity karena itu membutuhkan waktu yang lama. Lalu, pada saat itu akan terjadi, imunitas mereka yang terinfeksi sebelumnya akan berkurang sehingga bakal mengakibatkan lonjakan infeksi dan kematian.

Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)
Ilustrasi herd immunity. (Shutterstock)

Berdasarkan media India, India Today, tingkat kepositifan terbaru dari survei serologis di Delhi sekitar 50% di mana itu menunjukkan setidaknya setengah dari 20 juta orang di ibukota telah terinfeksi Covid-19.

Namun, data resmi yang dirilis oleh otoritas kesehatan India hanya mencatat 630 ribu kasus yang terkonfirmasi di kota dan total infeksi secara keseluruhan di negara tersebut mencapai lebih dari 10 juta.

Seorang ahli dari India mengatakan itu adalah hal baik dan Delhi akan segera bebas dari Covid-19 dengan adanya vaksinasi.

Meski begitu, para ahli China tidak sependapat dengan negara di Asia Selatan tersebut.

Baca Juga: Kasus Tembus 1 Juta, Angka Kematian Covid RI Hari Ini Cetak Rekor Baru

Presiden Asosiasi Industri Vaksin China, Feng Duojia, mengatakan kepada Global Times bahwa seseorang mungkin akan memiliki kekebalan setelah terinfeksi, tetapi mereka masih bisa terinfeksi kembali setelah imunitas berkurang, dan masih bisa menularkan ke orang lain.

"Antibodi melalui infeksi tidak dapat memberikan perlindungan yang cukup bagi penduduk negara itu," ujar Feng, dilansir Global Times.

Ahli vaksin dan imunologi asal Shanghai, Tao Lina, mengatakan bahwa hasil dari data tersebut menunjukkan ada cukup banyak pasien tanpa gejala yang gagal dideteksi dan diobati di India.

Tao memperingatkan penghalang pelindung yang dibuat oleh orang India bisa jadi lemah terhadap varian virus baru yang terdeteksi di Inggris dan Afrika Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI