Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Dinda Rachmawati

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
Infertilitas (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan fertilitas dini untuk merencanakan kehamilan dan mendeteksi gangguan kesehatan reproduksi secara tepat.
  • Dr. Steven Aristida menyatakan infertilitas dipengaruhi faktor pria dan wanita, termasuk masalah endometriosis serta kualitas sperma dan genetik.
  • Pemeriksaan kesuburan sejak dini sangat krusial bagi pasangan agar mendapatkan penanganan medis yang tepat sebelum usia membatasi peluang.

Suara.com - Di balik meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan reproduksi, masih ada berbagai tantangan yang membuat sebagian pasangan harus berjuang lebih panjang untuk mendapatkan keturunan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas dari Bocah Indonesia, dr. Steven Aristida, Sp.OG, Subsp.FER, FICS, melihat perubahan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Jika dahulu banyak pasangan datang berobat setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan hamil, kini semakin banyak yang memilih memeriksakan diri lebih awal untuk mengetahui kondisi kesuburan mereka.

"Kesadaran untuk diagnosis sebenarnya meningkat. Orang makin berani memeriksa diri, mengetahui ada atau tidaknya gangguan fertilitas. Namun sebagian pasangan masih menunda memulai program hamil karena mempertimbangkan kondisi ekonomi," ujarnya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin memahami pentingnya kesehatan reproduksi. Pemeriksaan fertilitas tidak lagi dianggap sebagai langkah terakhir ketika semua upaya gagal, melainkan bagian dari perencanaan keluarga yang lebih matang.

Meski demikian, masalah infertilitas masih menjadi tantangan yang cukup besar. Menurut dr. Steven, gangguan kesuburan dapat berasal dari berbagai faktor, baik pada perempuan maupun laki-laki.

Pada perempuan, kondisi yang sering ditemukan antara lain polycystic ovarian morphology syndrome (PCOM/PMOS), endometriosis, hingga keguguran berulang atau recurrent pregnancy loss. Sementara itu, faktor kesuburan pria ternyata menyumbang porsi yang tidak sedikit.

"Male factor menempati sekitar 30 persen dari keseluruhan kasus infertilitas. Jadi bukan hanya persoalan perempuan," katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan anggapan lama yang selama bertahun-tahun melekat di masyarakat bahwa kesulitan memiliki anak selalu berasal dari pihak perempuan. Kini semakin banyak laki-laki yang bersedia menjalani pemeriksaan fertilitas sebagai bagian dari evaluasi pasangan.

baca juga

Perkembangan ilmu reproduksi juga membuat pemeriksaan kesuburan pria menjadi lebih komprehensif. Tidak hanya menghitung jumlah sperma, dokter kini mengevaluasi empat parameter utama, yakni konsentrasi sperma, motilitas atau kemampuan bergerak, morfologi atau bentuk sperma, serta DNA Fragmentation Index (DFI) yang menggambarkan kualitas materi genetik sperma.

Menurut dr. Steven, DFI menjadi salah satu parameter penting yang sering luput dari perhatian masyarakat.

"DFI yang tinggi dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran, bahkan ketika kehamilan sudah berhasil terjadi," jelasnya.

Selain masalah kesuburan, dokter juga menyoroti tingginya kasus keguguran berulang yang tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga mental. Secara medis, kondisi ini ditetapkan ketika seorang perempuan mengalami dua kali keguguran atau lebih, tanpa memandang jarak waktu kejadiannya.

"Kondisi ini tidak hanya soal kegagalan kehamilan, tetapi juga dapat menurunkan mental pasangan karena mengalami kehilangan berulang," ujar dr. Steven.

Karena itu, penanganan kasus keguguran berulang tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemeriksaan harus mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi rahim dan endometrium, kualitas sel telur, faktor pembekuan darah, gangguan autoimun, hingga faktor pria termasuk pemeriksaan DFI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Waspada! Pria Alami Sperma Kosong hingga Sulit Punya Buat Hati, Dokter Ungkap Sebabnya

Waspada! Pria Alami Sperma Kosong hingga Sulit Punya Buat Hati, Dokter Ungkap Sebabnya

Health | Selasa, 23 Desember 2025 | 10:43 WIB

Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan soal Infertilitas Pria dan Solusinya

Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan soal Infertilitas Pria dan Solusinya

Health | Minggu, 02 November 2025 | 15:01 WIB

Terkini

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

×