Update Covid-19 Global: Kasus di Brasil Capai 9 Juta Lebih

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2021 | 09:59 WIB
Update Covid-19 Global: Kasus di Brasil Capai 9 Juta Lebih
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

Suara.com - Sejak pertama kali mewabah di Wuhan, China, Desember 2019, kasus baru Covid-19 terus dilaporkan setiap hari. Pagi ini, laporan infeksi baru tercatat 577.450 kasus diseluruh dunia selama 24 jam terakhir. 

Akumulasi kasus Covid-19 hingga Kamis (28/1) pukul 08.20 WIB sebanyak 101.398.768 infeksi tersebar di 221 negara. Setiap hari juga selalu dilaporkan orang telah dinyatakan sembuh dan meninggal akibat Covid-19.

Dikutip worldometers.info, total orang yang sembuh dari Covid-19 sudah sebanyak 25.934.988 orang dan meninggal dunia 2.183.119 jiwa.

Lonjakan kasus terjadi di beberapa negara, terutama setelah ditemukannya varian baru virus corona SARS Cov-2. Salah satunya terjadi di Brasil. Negara itu mengalami gelombang kedua peningkatan infeksi dan kematian sejak Desember 2020.

Total kasus Covid-19 di Brasil telah mencapai 9.000.485 infeksi, setelah ada dilaporkan penambahan kasus baru sebanyak 63.895 orang dalam 24 jam terakhir. 

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Sementara angka kematian akibat Covid-19 di Brasil tercatat 220.237 jiwa, terbanyak kedua setelah Amerika Serikat. Untuk menekan laju infeksi dan angka kematian, Brasil telah lakukan program vaksinasi covid. 

Imunisasi massal terhadap Covid-19 dimulai minggu lalu dengan 6 juta dosis CoronaVac, vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi China, Sinovac. Juga 2 juta dosis vaksin AstraZeneca buatan Inggris dan Universitas Oxford.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pemerintahnya menandatangani surat niat untuk membeli 33 juta dosis vaksin AstraZeneca oleh perusahaan swasta Brasil, dengan ketentuan bahwa setengah dari dosis akan disumbangkan ke sistem perawatan kesehatan publik negara itu.

Dikutip dari Xinhua, Bolsonaro mengklaim Brasil termasuk negara keenam yang paling banyak melakukan vaksinasi Covid.

"Kami sudah menjadi negara keenam yang paling banyak divaksinasi di dunia. Kami akan segera menjadi yang pertama, untuk memberikan lebih banyak bantuan kepada penduduk dan keamanan bagi semua orang, sehingga perekonomian kami tidak berhenti berfungsi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Karimun, Kepri: Bupati Tak Masuk Kriteria

Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Karimun, Kepri: Bupati Tak Masuk Kriteria

Riau | Kamis, 28 Januari 2021 | 09:50 WIB

28 Januari: RSD Wisma Atlet Rawat 3.643 Pasien Positif Corona, 52 Meninggal

28 Januari: RSD Wisma Atlet Rawat 3.643 Pasien Positif Corona, 52 Meninggal

News | Kamis, 28 Januari 2021 | 09:42 WIB

Ilmuwan Peringatkan Pandemi Virus Corona Lain Akan Terjadi, Ini Sarannya!

Ilmuwan Peringatkan Pandemi Virus Corona Lain Akan Terjadi, Ini Sarannya!

Health | Kamis, 28 Januari 2021 | 09:38 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB