5 Penyakit Akibat Hujan Abu

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2021 | 17:41 WIB
5 Penyakit Akibat Hujan Abu
Kondisi dua kecamatan di Boyolali Usai Hujan Abu Tebal Vulkanik Gunung Merapi, Rabu (27/1/2021).(Suara.com/dok warga)

Suara.com - Hujan abu vulkanik yang ditimbulkan dari letusan gunung berapi sangat berbahaya untuk kesehatan. Ada beberapa penyakit akibat hujan abu yang  dapat diderita manusia. Maka dari itu masyarakat diharapkan untuk waspada setelah Gunung Merapi meletus.

Gunung Merapi meletus pukul 13.39 WIB Rabu, (27/1/2021). Warga yang berada di sekitar Gunung Merapi pun dievakuasi dan sirine tanda gunung meletus dibunyikan agar tak ada warga yang terluka. 

Sebelumnya, Gunung Merapi sudah menunjukkan tanda-tanda akan meletus dengan mengeluarkan awan panas pada Rabu (27/1/2021. Akibatnya, sejumlah wilayah di sekitar Gunung Merapi pun diguyur hujan abu. Lalu, apa penyakit akibat hujan abu? Berikut penjelasannya. 

1. Gangguan Saluran Pernapasan

Hujan abu yang ditimbulkan karena letusan gunung berapi bertekstur sangat halus dan kasat mata, sehingga sangat mudah untuk terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Selain itu, hujan abu juga mengandung zat silika yang membahayakan paru-paru. 

Mereka yang menghirup terlalu banyak abu vulkanik dapat menyebabkan rasa nyeri pada bagian dada, batuk, hingga iritasi hidung, sakit tenggorokan, hingga pilek. 

2. Gangguan Mata 

Selain mengganggu pernapasan, hujan abu juga bisa membuat kornea tergores dan menyebabkan mata merah. Bahkan, untuk beberapa kasus, abu vulkanik dapat mengakibatkan peradangan, nyeri, dan gatal pada area bola mata. Selain itu, Anda akan mengalami sensitivitas yang berlebihan terhadap cahaya atau mata berlendir akibat hujan abu. 

3. Penyakit Kulit 

Kulit yang terpapar hujan abu akan mudah teriritasi, gatal dan kemerahan. Selain itu, risiko infeksi sekunder juga mengintai apabila terus menerus menggaruk bagian kulit yang teriritasi. 

4. Alergi dan Asma 

Apabila Anda memiliki riwayat alergi atau asma, menghirup abu vulkanik dapat menyebabkan alergi dan asma kambuh. Tak hanya itu, abu vulkanik juga akan menyebabkan rasa sesak pada pernapasan, dada terasa berat, suara napas terdengar mengi, hingga batuk. 

5. Trauma Inhalasi 

Sesaat setelah terjadinya letusan Gunung Merapi, area di sekitar letusan akan berubah menjadi lebih panas. Saat menghirup abu panas tersebut maka akan menyebabkan saluran pernapasan membengkak (edema) hingga tersumbat.

Hal ini dikenal dengan istilah trauma inhalasi. Apabila kondisi tersebut tak segera ditangani, maka akan terjadi gagal pernapasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merapi Erupsi, Ketahui Bahaya Terpapar Hujan Abu Vulkanik

Merapi Erupsi, Ketahui Bahaya Terpapar Hujan Abu Vulkanik

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 21:28 WIB

Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Bahaya Abu Vulkanik bagi Kesehatan

Tekno | Rabu, 27 Januari 2021 | 20:08 WIB

14 Cara Mengatasi Hujan Abu dari Letusan Gunung Merapi

14 Cara Mengatasi Hujan Abu dari Letusan Gunung Merapi

News | Rabu, 27 Januari 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB