Orangtua Wajib Tahu, Ini Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 29 Januari 2021 | 17:07 WIB
Orangtua Wajib Tahu, Ini Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
Ilustrasi bayi mengalami penyakit jantung bawaan. (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Banyak orang berpikir bahwa penyakit jantung hanya dialami oleh orang dewasa. Padahal, bayi yang baru lahir juga bisa mengalami penyakit jantung.

Penyakit jantung bawaan adalah kondisi terjadinya satu atau lebih kelainan maupun masalah dengan struktur atau fungsi jantung sejak lahir (kongenital).

Pada kasus penyakit jantung bawaan, dapat terjadi kemungkinan kondisi abnormal terhadap fungsi jantung di dalam tubuh, misalnya penyumbatan aliran darah, perlambatan aliran darah, atau jalur aliran darah yang tidak semestinya.

“Berdasarkan data statistik, sebanyak 40.000 dari 4 juta bayi di Indonesia mengidap penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung bawaan adalah penyakit yang dibawa anak sejak lahir akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna sejak masih janin," okter spesialis jantung anak Siloam Hospitals Kebon Jeruk Prof. dr. Ganesja Harimurti, Sp.JP(K) yang juga menjadi anggota dari Siloam Heart Institute, dalam webinar, Jumat, (29/1/2021).

Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi penyakit jantung bawaan(Shutterstock).

Saat jantung janin mengalami proses pertumbuhan di dalam kandungan, terdapat kemungkinan terjadinya gangguan yang menyebabkan jantung janin tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Untuk itu penting bagi orangtua mengetahui faktor risiko agar anak terhindar dari penyakit jantung bawaan. Ganesja menyebutkan bahwa ada beberapa faktor risiko yang membuat anak mengalami penyakit jantung bawaan.

"Pertama adalah usia ibunya, jadi usia ibu pada waktu hamil. Kalau sudah tua, atau sudah 35 tahun ke atas (itu berisiko mengalami penyakit jantung bawaan," kata Ganesja .

Oleh karena itu, akan lebih baik bahwa perempuan hamil di bawah usia 35 tahun. Sedangkan bagi mereka yang hamil di atas usia tadi harus berhati-hati.

Selanjutnya, faktor risiko lainnya ialah penyakit bawaan lainnya, seperti diabetes hingga hipertensi. Selain itu, meminum obat warung pada saat hamil juga makin memperbesar risiko terjadinya penyakit jantung bawaan itu.

"Misal demam dan beli obat di warung, ternyata obat itu memang mempengaruhi pembentukan struktur jantung. Jadi ibu hami ada masalah flu batuk dan demam tanya ke dokternya," kata dia.

Selanjutnya juga aktivitas rontgen yang dilakukan ibu hamil. Oleh sebab itu Ganesja menyarankan untuk menghindari aktivitas rontgen hingga tiga bulan pertama kehamilan.

"Kalau harus banget rontgen nanti perut ibunya ditutup dengan suatu pelindung sehingga anak tidak kena sinar radiasi rontegen," ujar dia.

Faktor risiko lainnya juga keturunan dan juga aktivitas merokok baik yang dilakukan oleh ibu hamil atau sang ayah.

"Kalau ibunya waktu dulu ada kelaianan jantung itu harus dioperasi jadi anaknya harus diperiksa. karena kemungkinana itu ada. Memang kemungkinannya kecil. tapi ada," kata Ganesja.

kemudian ada faktor merokok, baik merokok aktif atau pasif misal baik jadi terhadap merokok ini harus bilang no.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat Cuma Ngekos, Kang Emil Siapkan Kembang Desa untuk 5 Ribu Anak Muda

Syarat Cuma Ngekos, Kang Emil Siapkan Kembang Desa untuk 5 Ribu Anak Muda

News | Jum'at, 29 Januari 2021 | 12:23 WIB

Studi: Lingkungan Perumahan yang Buruk Picu Masalah Kesahatan pada Anak

Studi: Lingkungan Perumahan yang Buruk Picu Masalah Kesahatan pada Anak

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 12:45 WIB

Jangan Membentak atau Berteriak Pada Anak, Ini Dampak Jangka Panjangnya

Jangan Membentak atau Berteriak Pada Anak, Ini Dampak Jangka Panjangnya

Health | Jum'at, 29 Januari 2021 | 11:49 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB