Vaksin Johnson & Johnson Efektif Mencegah Covid-19 Sedang hingga Parah

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 30 Januari 2021 | 18:27 WIB
Vaksin Johnson & Johnson Efektif Mencegah Covid-19 Sedang hingga Parah
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Perusahaan Johnson and Johnson mengumumkan hasil uji klinis vaksin Covid-19 buatan mereka yang menunjukkan 85% efektif mencegah Covid-19 parah dan 66% efektif mencegah infeksi sedang hingga parah secara keseluruhan.

Dalam uji klinis fase 3 besar yang mencakup delapan negara dan melibatkan lebih dari 43.700 peserta, vaksin Johnson and Johnson terbukti 100% efektif melawan Covid-19 agar tidak dirawat inap dan kematian setelah 28 hari divaksin.

Artinya, dilansir Live Science, setelah 28 hari vaksinasi, tidak ada satupun peserta yang terinfeksi SARS-CoV-2 dirawat di rumah sakit atau meninggal dunia.

Tetapi, tingkat perlindungan terhadap infeksi sedang hingga berat bervariasi di tiap negara.

Di Amerika Serikat, vaksin 72% efektif dalam mencegah Covid-19 sedang hingga berat. Sementara di Amerika Latin, 66% efektif, dan di Afrika Selatan 57% efektif.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Ahli vaksin di Universitas Wisconsin School of Medicine and Public Health, Jonathan Temte, mengatakan bahwa vaksin Johnson and Johnson bisa menjadi game changer.

"Karena hanya perlu satu dosis dan dapat disimpan selama berbulan-bulan pada suhu lemari es," kata Temte.

Vaksin ini juga dapat didistribusikan dan disimpan seperti vaksin standar lainnya, akan tetap stabil minimal selama tiga bulan pada suhu dua hingga 8 derajat Celcius.

Berbeda dengan Pfizer dan Moderna, vaksin Johnson and Johnson dibuat dari adenovirus, yang akan mengirimkan kode genetik bagi protein lonjakan virus corona untuk memicu respons kekebalan dalam tubuh.

baca juga

Johnson and Johnson menemukan vaksin mereka mulai melindungi orang dari Covid-19 parah setelah 14 hari, dan perlindungannya meningkat seiring berjalannya waktu.

Sekelompok ahli independen yang dikenal sebagai Data and Safety Monitoring Board (DSMB) mengatakan vaksin ini secara umum dapat ditoleransi dengan baik dan mereka tidak menemukan masalah keamanan yang signifikan.

Perusahaan ini berencana untuk mengajukan otorisasi penggunaan darurat dengan BPOM AS (FDA) pada awal Februari. Kemungkinan izinnya akan keluar pada akhir Februari mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Striker Arema FC Dedik Setiawan Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama di Malang

Striker Arema FC Dedik Setiawan Disuntik Vaksin COVID-19 Pertama di Malang

Malang | Sabtu, 30 Januari 2021 | 14:55 WIB

Uni Eropa Kontrol Ekspor Vaksin, Tapi Indonesia Masuk Pengecualian

Uni Eropa Kontrol Ekspor Vaksin, Tapi Indonesia Masuk Pengecualian

News | Sabtu, 30 Januari 2021 | 13:29 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac Punya Efikasi 65,3 Persen, Apa Artinya?

Vaksin Covid-19 Sinovac Punya Efikasi 65,3 Persen, Apa Artinya?

News | Sabtu, 30 Januari 2021 | 12:36 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

×