Mengenal Hipnoterapi, Benarkah Bisa Bantu Hilangkan Fobia

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 01 Februari 2021 | 18:10 WIB
Mengenal Hipnoterapi, Benarkah Bisa Bantu Hilangkan Fobia
Ilustrasi hipnoterapi (Freepik)

Suara.com - Sering kali saat ingin mengobati trauma atau fobia, dapat dilakukan dengan pengobatan hipnoterapi. Pengobatan ini dipercaya ampuh untuk menghilangkan trauma dan fobia pada seseorang. Namun, apa itu hipnoterapi?

Hipnoterapi atau hipnosis merupakan teknik pengobatan yang menggunakan relaksasi, konsentrasi intens, dan perhatian terfokus untuk mencapai keadaan kesadaran yang disebut trans.

Hal ini akan membuat fokus seseorang terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya untuk sementara diblokir atau dilupakan.

Dilansir dari Webmd, hipnoterapi memungkinkan orang untuk mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan ingatan menyakitkan yang mungkin telah mereka sembunyikan dari pikiran sadar mereka.

Selain itu, hipnoterapi juga akan membuat orang untuk melihat suatu hal dalam sudut pandang yang berbeda. Biasanya, teknik hipnoterapi dipakai dalam dua cara, yaitu:

1. Terapi sugesti

Ilustrasi hipnoterapi, hipnosis (Pixabay/geralt)
Ilustrasi hipnoterapi, hipnosis (Pixabay/geralt)

Cara ini akan membuat orang tersebut mampu menanggapi sugesti yang ada dalam dirinya. Biasanya hal ini dapat membantu untuk seseorang yang memiliki kebiasaan buruk seperti merokok atau menggigit kuku.

Hal itu, akan membuatnya berhenti melakukannya. Teknik ini juga biasanya membuat orang mengubah pandangan atau persepsi dan sensasi dalam mengobati rasa sakit.

2. Analisis

Cara ini lebih mengarah pada melihat penyebab psikologis seseorang dalam gangguan yang dialaminya, seperti peristiwa traumatis masa lalu.

Biasanya masalah tersebut akan terus digali hingga menemukan akar permasalahannya. Jika sudah ketemu, hal tersebut akan ditangani oleh psikoterapi untuk memperbaiki psikis orang tersebut.

Hipnoterapi pada dasarnya yaitu menggali seseorang untuk terbuka terhadap permasalahan yang dialaminya. Biasanya permasalahan yang menggunakan hipnoterapi di antaranya:

  • Fobia, ketakutan, dan kecemasan
  • Gangguan tidur
  • Depresi
  •  Stres
  •  Kecemasan pasca trauma
  • Duka dan kehilangan

Di samping itu, hipnoterapi juga dapat digunakan untuk membantu mengontrol rasa sakit dan mengatasi kebiasaan, seperti merokok atau makan berlebihan. Hal ini juga mungkin bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki kebiasaan buruk yang sudah sangat parah.

Namun, hipnoterapi tidak sesuai dengan untuk orang yang memiliki gejala psikotik, seperti halusinasi dan delusi, atau untuk seseorang yang menggunakan narkoba atau alkohol.

Hal ini karena hipnoterapi akan bekerja pada orang-orang yang bisa diajak kerja sama. Sedangkan, orang yang memiliki gejala psikotik biasanya sulit. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Histeris saat Disuntik Vaksin Covid, Kepala Puskesmas Fobia dengan Jarum

Histeris saat Disuntik Vaksin Covid, Kepala Puskesmas Fobia dengan Jarum

News | Senin, 25 Januari 2021 | 12:11 WIB

Fobia Jarum Suntik? Kenali Ciri-Ciri Trypanophobia!

Fobia Jarum Suntik? Kenali Ciri-Ciri Trypanophobia!

Bali | Rabu, 20 Januari 2021 | 15:22 WIB

Fobia Jarum Suntik, Alasan Dokter Ini Tetap Nekat Divaksin Bikin Trenyuh

Fobia Jarum Suntik, Alasan Dokter Ini Tetap Nekat Divaksin Bikin Trenyuh

Surakarta | Selasa, 19 Januari 2021 | 21:59 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB