Bikin Tak Nyaman, Begini Cara Mengatasi Perut Kembung

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 03 Februari 2021 | 11:14 WIB
Bikin Tak Nyaman, Begini Cara Mengatasi Perut Kembung
Ilustrasi perut kembung. (Shutterstock)

Suara.com - Perut kembung memang sangat mengganggu. Selain menyebabkan sakit, perut kembung juga menimbulkan rasa penuh atau begah yang tak nyaman. Perut kembung juga bikin kita jadi sulit beraktivitas.

Penyebab perut kembung biasanya karena saluran gastroinstestinal terisi udara atau gas. Selain rasa sakit, kondisi perut kembung biasanya kerap diikuti dengan gejala lainnya, seperti sering bersendawa, ataupun perut bergemuruh.

Gas yang menumpuk di saluran pencernaan yang menjadi penyebab perut kembung terjadi karena beberapa hal, misalnya makan atau minum terlalu cepat, terlalu sering mengunyah permen karet, merokok, ataupun akibat memakai gigi palsu longgar.

Dilansir dari Healthline, perut kembung juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis, seperti:

  • Sindrom iritasi usus besar (IBS)
  • Penyakit radang usus, seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn
  • Gangguan gastrointestinal fungsional lainnya
  • Maag
  • Intoleransi makanan
  • Penambahan berat badan
  • Fluktuasi hormonal (terutama untuk wanita)
  • Infeksi parasit usus
  • Gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia nervosa
  • Faktor kesehatan mental seperti stres, kecemasan, depresi, dan lainnya

Perut yang kembung dapat dihilangkan dan dicegah. Salah satunya dengan melakukan perubahan gaya hidup.

  1. Menghindari mengunyah permen karet. Hal itu karena mengunyah permen karet akan membuat banyaknya udara yang masuk sehingga menyebabkan perut kembung.
  2. Batasi asupan minuman berkarbonasi (soda).
  3. Hindari makanan yang menyebabkan gas, seperti sayuran dalam keluarga kubis, kacang-kacangan kering, dan lentil.
  4. Makan perlahan dan hindari minum melalui sedotan. Meminum dengan sedotan akan membuat udara ikut masuk ke dalam perut sehingga menyebabkan kembung.
  5. Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik. Dikatakan, jika probiotik memiliki efek sedang, dengan kesepakatan 70 persen tentang efeknya pada pereda kembung. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perut Kembung dan Bengkak Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium, ini Tandanya!

Perut Kembung dan Bengkak Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium, ini Tandanya!

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 06:05 WIB

Perut Kembung Bisa Menandakan Kondisi Serius, Begini Gejalanya!

Perut Kembung Bisa Menandakan Kondisi Serius, Begini Gejalanya!

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 13:42 WIB

Perut Kembung? Mungkin Pisang Bisa Jadi Sebabnya

Perut Kembung? Mungkin Pisang Bisa Jadi Sebabnya

Jatim | Kamis, 10 Desember 2020 | 20:03 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB