Kanker Ovarium Sulit Dideteksi Dini, Perempuan Disarankan Rutin USG

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 03 Februari 2021 | 13:47 WIB
Kanker Ovarium Sulit Dideteksi Dini, Perempuan Disarankan Rutin USG
Ilustrasi USG. (Elements Envato)

Suara.com - Ilmu kedokteran belum bisa melakukan deteksi dini terhadap kanker ovarium. Penyebabnya karena pemicu dari kanker tersebut juga belum diketahui secara pasti.

Dokter spesialis obgyn RSAB Harapan Kita Jakarta, dr. Kartika Hapsari Sp.OG., mengatakan, akibat terlambatnya deteksi dini, kebanyakan pasien datang berobat setelah mengalami stadium lanjut.

"Beda dengan kanker leher rahim itu disebabkan HPV, maka bisa deteksi dini. Karena (kanker ovarium) enggak tahu penyebabnya, teori paling besar adalah ini karena genetik. Jadi kanker ini memang diturunkan," kata dokter Kartika saat siaran langsung bersama radio kesehatan Kemenkes, Rabu (3/2/2021).

Pada sebagian besar pasien kanker ovarium, terutama yang didapat dari keturunan, akan ditemukan mutasi gen. Faktor pemicu lain selain genetik, kata dokter Kartika, bisa disebabkan karena ada masalah pada sistem reproduksi yang juga bisa menyebabkan perempuan sulit hamil.

"Beberapa teori juga menyebutkan penggunaan obat hormon berlebihan tanpa pengawasan dokter," katanya.

Lantaran belum ada metode untuk deteksi dini, dokter Kartika menyarankan tiap perempuan yang mempunyai anggota keluarga dengan riwayat kanker ovarium sebaiknya melakukan pemeriksaan genetik.

"Yang mungkin kita sarankan kepada pasien, terutama apabila ada anggota keluarga misalnya ibu atau neneknya yang secara keturunan garis langsung, menderita penyakit bisa kanker ovarium, kanker payudara atau kanker rahim, itu bisa lakukan pemeriksaan genetika," sarannya.

Diakui dokter Kartika, masyarakat Indonesia belum familiar dengan pemeriksaan genetik tersebut. Berbeda kondisi dengan negara-negara maju, di mana Pemerintah akan merekomendasikan anak-anak, terutama perempuan, untuk melakukan cek skrining genetik.

Selain itu, ia juga menyarankan agar bagi perempuan yang sudah menikah, juga memiliki anak atau telah aktif berhubungan seksual, sebaiknya dibiasakan rutin melakukan pemeriksaan USG.

baca juga

"Memang penyakit ini sampai sekarang para peneliti masih sangat berlomba-lomba untuk mencari tahu deteksi dini. Karena itu satu-satunya cara untuk kita bisa membuat angka kematian pada pasien ini menurun," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sulit Deteksi Dini Jadi Alasan Kanker Ovarium Sangat Mematikan Bagi Wanita

Sulit Deteksi Dini Jadi Alasan Kanker Ovarium Sangat Mematikan Bagi Wanita

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 13:43 WIB

Unik, Bayi dalam Kandungan Terlihat Seperti Memakai Masker Saat USG

Unik, Bayi dalam Kandungan Terlihat Seperti Memakai Masker Saat USG

Surakarta | Selasa, 02 Februari 2021 | 18:30 WIB

Perut Kembung dan Bengkak Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium, ini Tandanya!

Perut Kembung dan Bengkak Bisa Jadi Gejala Kanker Ovarium, ini Tandanya!

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 06:05 WIB

Terkini

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:17 WIB

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:00 WIB

15 Kode Redeem FF Terbaru 17 Oktober: Klaim Bundle Cloaked Terror Gratis di Event Dunia Mistis

15 Kode Redeem FF Terbaru 17 Oktober: Klaim Bundle Cloaked Terror Gratis di Event Dunia Mistis

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Promo Indomaret Hari Ini 17 Oktober 2026: Diskon Minyak Goreng 2 Liter, Susu, hingga Body Care

Promo Indomaret Hari Ini 17 Oktober 2026: Diskon Minyak Goreng 2 Liter, Susu, hingga Body Care

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

Bupati Klaten Hamenang Diduga Rutin Terima Uang Rp1,8 Miliar dari BUMD Hingga OPD

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 07:38 WIB

×