Mudah Ditemukan, Ini 5 Rempah-rempah di Dapur yang Bisa Redakan Radang

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 04 Februari 2021 | 18:50 WIB
Mudah Ditemukan, Ini 5 Rempah-rempah di Dapur yang Bisa Redakan Radang
Ilustrasi rempah-rempah. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang kerap khawatir berlebihan ketika mengalami radang. Padahal, peradangan adalah cara tubuh melawan infeksi dan penyembuhan.

Dalam beberapa situasi, peradangan memang bisa bertahan lebih lama dari yang diperlukan. Ini disebut peradangan kronis. Bahkan penelitian telah mengaitkannya dengan banyak penyakit, termasuk diabetes dan kanker.

Diet memainkan peran penting dalam kesehatan Anda. Artinya asupan yang Anda makan, termasuk berbagai bumbu dan rempah-rempah, dapat memengaruhi peradangan di tubuh Anda.

Nah, jika lain kali mengalami radang, berikut lima herbal dan rempah-rempah yang dapat membantu melawan peradangan, melansir dari Healthline

Jahe

Ilustrasi jahe - (Pixabay/Brett_Hondow)
Ilustrasi jahe - (Pixabay/Brett_Hondow)

Jahe merupakan bumbu yang dapat dibuat dalam masakan dengan rasa pedas dan manis. Bumbu ini bisa dinikmati dengan berbagai cara, seperti dalam keadaan segar, kering, maupun dalam bentuk bubuk.

Di luar penggunaan kuliner jahe, bahan ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai kondisi. Termasuk pilek, migrain, mual, radang sendi, dan tekanan darah tinggi.

Analisis terhadap 16 studi pada 1.010 peserta menemukan bahwa mengonsumsi 1.000–3.000 mg jahe setiap hari selama 4–12 minggu secara signifikan mengurangi penanda peradangan dibandingkan dengan plasebo. Penanda ini termasuk C-reactive protein (CRP) dan tumor necrosis factor-alpha.

Bawang

baca juga

Bawang putih adalah bumbu populer dengan aroma dengan rasa yang kuat. Bahan ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama ribuan tahun untuk mengobati radang sendi, batuk, sembelit, infeksi, sakit gigi, dan banyak lagi.

Sebagian besar manfaat kesehatan bawang putih ini berasal dari senyawa belerang, seperti allicin, diallyl disulfide, dan S-allylcysteine, yang memiliki sifat anti-inflamasi.

Analisis terhadap 17 studi berkualitas tinggi termasuk lebih dari 830 peserta dan berlangsung selama 4–48 minggu menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih mengalami penurunan kadar penanda inflamasi CRP dalam darah secara signifikan.

Kunyit

Kunyit adalah bumbu masakan India yang populer digunakan orang sejak zaman kuno. Bahan ini dikemas dengan lebih dari 300 senyawa aktif. Yang utama adalah antioksidan yang disebut kurkumin, yang memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat

Analisis terhadap 15 penelitian berkualitas tinggi diikuti 1.223 orang yang mengonsumsi 112–4.000 mg kurkumin setiap hari, selama periode 3 hari hingga 36 minggu (17Trusted Source).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sembuh dari Covid-19, Penyakit Autoimun Wanita Ini Justru Kembali Aktif

Sembuh dari Covid-19, Penyakit Autoimun Wanita Ini Justru Kembali Aktif

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 17:47 WIB

Waspada, Pola Makan dan Gaya Hidup Bisa Picu Radang Usus

Waspada, Pola Makan dan Gaya Hidup Bisa Picu Radang Usus

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 16:32 WIB

Ilmuwan Samakan Long Covid-19 dengan Gejala yang Dirasakan Penyintas Ebola

Ilmuwan Samakan Long Covid-19 dengan Gejala yang Dirasakan Penyintas Ebola

Health | Sabtu, 30 Januari 2021 | 15:08 WIB

Terkini

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Otomotif | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:29 WIB

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25 WIB

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:23 WIB

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:20 WIB

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:50 WIB

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

×