Sembuh dari Covid-19, Penyakit Autoimun Wanita Ini Justru Kembali Aktif

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Rabu, 03 Februari 2021 | 17:47 WIB
Sembuh dari Covid-19, Penyakit Autoimun Wanita Ini Justru Kembali Aktif
Ilustrasi pasien Covid-19 (Shutterstock)

Suara.com - Para ahli menemukan Covid-19 ternyata dapat mengaktifkan kembali gangguan autoimun pada beberapa pasien. Penyakit autoimun merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh. 

Salah satu kasusnya terjadi pada seorang wanita berusia 52 tahun yang terinfeksi virus corona. Ia dirawat di Ruby Hall Clinic di Pune, India, setelah mengembangkan pneumonia.

Meski begitu, kondisinya relatif stabil. Bahkan, ia tidak membutuhkan bantuan oksigen. Ia hanya diberi perawatan dasar seperti pasien Covid-19 lainnya.

Namun, ia kembali ke rumah sakit setelah dua minggu dipulangkan. Ternyata sang wanita mengalami peningkatan sesak napas.

Ahli paru dari Ruby Hall Clinic, Sneha Tirpude, menduga sang wanita mengalami komplikasi, seperti tromboemboli paru, pneumotoraks, pneumonia bakteri sekunder, hingga infeksi Covid-19 ulang. Tapi setelah dites, hasilnya negatif untuk semua dugaan tersebut.

(Shutterstock)
Ilustrasi pasien (Shutterstock)

"Kami kembali memeriksa dan melihat CT scan-nya. Kami meminta data riwayat nyeri sendi pada pasien yang pernah dialami sebelumnya," kata Tirpude, dilansir The Health Site.

Memang, pasien tersebut mengaku pernah menderita nyeri sendi dan kekakuan, serta didiagnosis dengan rheumatoid arthritis. Ini adalah penyakit autoimun berupa peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri.

"Kami kemudian mendiagnosisnya dengan penyakit paru interstisial terkait rheumatoid arthritis," sambung sang dokter.

Diagnosis dan rencana perawatan pun dibuat oleh ahli reumatologi di klinik tersebut.

baca juga

Kali ini perawatannya berbeda dengan pasien Covid-19. Sang pasien membutuhkan steroid dan imunosupresan lainnya serta konseling dan tindakan rehabilitasi.

"Kami memulangkannya dalam dua minggu, tanpa oksigen. Tindak lanjut telah dijadwalkan setelah sebulan dari kepulangan dan dia baik-baik saja dengan pengobatan," lanjut Tirpude.

Penundaan pengobatan dapat menyebabkan komplikasi

Para ahli mengatakan mereka sudah menyaksikan kasus-kasus seperti pasien tersebut, yakni penyakit autoimun kembali aktif setelah terinfeksi Covid-19.

"Sebelum Covid-19, kita telah melihat infeksi virus diketahui dapat memicu penyakit komorbid atau penyakit bawaan. Masyarakat harus waspada, dan jika ada sesuatu, segera lapor ke dokter," ujar Tirpude.

Ia menambahkan, menunda pengoabatan hanya akan membuat sulit pemulihan.

Tirpude pun menyarankan agar pasien Covid-19 melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan, bahkan setelah mereka keluar dari rumah sakit.

Selain itu, penyakit apa pun harus segera dikonsultasikan dengan ahlinya untuk menghindari komplikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi! Pemerintah Potong Uang Insentif Nakes Covid-19, Ini Besarannya

Resmi! Pemerintah Potong Uang Insentif Nakes Covid-19, Ini Besarannya

Bisnis | Rabu, 03 Februari 2021 | 16:45 WIB

Insentif Nakes Dipotong saat Covid-19 Indonesia Makin Meroket

Insentif Nakes Dipotong saat Covid-19 Indonesia Makin Meroket

News | Rabu, 03 Februari 2021 | 16:42 WIB

Tes COVID-19 Pakai GeNose di Stasiun Pasar Senen Jakarta Bayar Rp 20 Ribu

Tes COVID-19 Pakai GeNose di Stasiun Pasar Senen Jakarta Bayar Rp 20 Ribu

Jakarta | Rabu, 03 Februari 2021 | 16:36 WIB

Terkini

Bela Puan Maharani, Hasto Tegaskan Komitmen PDIP Garap RUU Perampasan Aset Tak Perlu Diragukan

Bela Puan Maharani, Hasto Tegaskan Komitmen PDIP Garap RUU Perampasan Aset Tak Perlu Diragukan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You

Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:50 WIB

6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga

6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Febrie Adriansyah Kalah! Hakim Tolak Praperadilan Status Tersangka dan Penahanan Kasus TPPU

Febrie Adriansyah Kalah! Hakim Tolak Praperadilan Status Tersangka dan Penahanan Kasus TPPU

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Jakmania Boikot Persija, Rizky Ridho Akhirnya Angkat Bicara: Kami Butuh Kalian!

Jakmania Boikot Persija, Rizky Ridho Akhirnya Angkat Bicara: Kami Butuh Kalian!

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Awas Ketipu Angka Palsu! Ini Cara Cek Odometer Motor Bekas yang Asli Belum Direset

Awas Ketipu Angka Palsu! Ini Cara Cek Odometer Motor Bekas yang Asli Belum Direset

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi

Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:40 WIB

322 Orang Ditangkap Buntut Demo 27 Agustus, 48 Jadi Tersangka

322 Orang Ditangkap Buntut Demo 27 Agustus, 48 Jadi Tersangka

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan

Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:36 WIB

66 Orang Sudah Dipecat, Ini Alasan Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Jam 2 Pagi

66 Orang Sudah Dipecat, Ini Alasan Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Jam 2 Pagi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:36 WIB

×