Studi: Kadar Vitamin C Redakan Masalah Kesehatan Mulut hingga Gusi Berdarah

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:25 WIB
Studi: Kadar Vitamin C Redakan Masalah Kesehatan Mulut hingga Gusi Berdarah
Ilustrasi membersihkan mulut dan gigi dengan obat kumur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kadar vitamin C yang rendah dalam aliran darah mungkin menjadi penyebab gusi berdarah. Para peneliti bahkan menyatakan bahwa menyikat dan membersihkan gigi saja tak akan cukup menghindari masalah kesehatan gigi dan mulut yang satu ini.

Melansir dari Medical News Today, gusi berdarah sering kali menandakan masalah kesehatan mulut, seperti radang gusi atau penyakit periodontal, serta kondisi peradangan yang memengaruhi jaringan gusi dan gigi.

Penelitian baru menemukan bahwa meskipun menyikat dan membersihkan gigi dengan benang sangat penting untuk kesehatan mulut secara keseluruhan, namun kekurangan vitamin C mungkin menjadi penyebab gusi berdarah.

Penelitian ini disusun oleh peneleliti dari University of Washington yang telah dipublikasikan pada jurnal Nutrition Reviews.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan dengan kadar vitamin C rendah dalam aliran darah mereka lebih cenderung memiliki gusi yang berdarah saat pemeriksaan, kecenderungan gusi berdarah, dan tingkat perdarahan yang lebih tinggi di mata yang dikenal sebagai perdarahan retinal.

Ilustrasi kesehatan mulut. (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan mulut. (Shutterstock)

Semantara meningkatkan asupan vitamin C pada peserta dengan kadar plasma vitamin C rendah membantu menghentikan gusi mereka dari pendarahan dan membalikkan masalah perdarahan terkait mata.

Prof Philippe Hujoel, penulis utama studi dan asisten profesor ilmu kesehatan mulut di University of Washington School of Dentistry mengatakan bahwa hasil penelitian ini signifikan karena kecenderungan gusi berdarah dan perdarahan retinal dapat mengindikasikan adanya masalah dengan sistem mikrovaskuler.

Sistem ini meliputi pembuluh darah kecil di tubuh, termasuk otak, jantung, dan ginjal. Hasil menunjukkan bahwa menilai kadar vitamin C plasma dan menyesuaikan kecukupan kadarnya bisa mengatasi masalah perdarahan mikro di seluruh tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin, Anda Termasuk?

5 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin, Anda Termasuk?

Video | Kamis, 04 Februari 2021 | 09:00 WIB

Vitamin C dan E Disebut Bisa Cegah Penyakit Parkinson, Simak Kata Studi

Vitamin C dan E Disebut Bisa Cegah Penyakit Parkinson, Simak Kata Studi

Health | Kamis, 21 Januari 2021 | 12:09 WIB

Biar Menstruasi Lancar, Konsumsi Teratur 5 Makanan Ini

Biar Menstruasi Lancar, Konsumsi Teratur 5 Makanan Ini

Sulsel | Rabu, 20 Januari 2021 | 15:11 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB